Bazar Buku Balikpapan Diserbu Warga, 500 Pengunjung Datang Setiap Hari

Bazar Buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan
Bazar Buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Gempuran informasi digital ternyata belum mampu menggeser minat warga Kota Balikpapan terhadap buku. Buktinya, bazar buku yang digelar bersamaan dengan layanan perpustakaan justru diserbu masyarakat.

Dalam tiga hari pelaksanaan, jumlah kunjungan tercatat jauh melampaui ekspektasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan. Hingga Sabtu (5/9/2026), antusiasme warga terus terlihat dengan rata-rata lebih dari 500 pengunjung setiap hari.

Kepala Dispustakar Kota Balikpapan Neny Dwi Winahyu mengatakan, tingginya kunjungan tidak hanya terjadi di area bazar buku, tetapi juga ke perpustakaan.

“Selama tiga hari, kegiatan ini sangat di luar ekspektasi kami selaku penyelenggara. Tingkat kunjungan, baik ke bazar buku maupun ke perpustakaan, setiap harinya melebihi 500 pengunjung,” kata Neny.

Kartu Anggota Perpustakaan Bertambah

Menurut Neny, indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap literasi juga terlihat dari bertambahnya warga yang mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan.

Dalam sehari, pembuatan kartu anggota perpustakaan bertambah lebih dari 50 orang.

Bagi Dispustakar, angka tersebut menjadi sinyal bahwa budaya membaca di Balikpapan masih memiliki basis yang kuat. Perpustakaan juga dinilai mulai bergeser dari sekadar tempat menyimpan koleksi buku menjadi ruang publik untuk belajar, mencari informasi, dan mengembangkan pengetahuan.

“Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Kota Balikpapan masih cukup baik,” ujarnya.

Dispustakar mengajak warga yang belum memiliki kartu anggota untuk mendaftarkan diri. Layanan pembuatan kartu diberikan secara gratis dan dapat ditunggu.

Dengan kartu anggota tersebut, masyarakat dapat meminjam maksimal tiga buku selama 10 hari kerja. Sedangkan warga yang belum memiliki kartu tetap bisa menikmati koleksi perpustakaan dengan membaca langsung di tempat.

Bazar Buku Jadi Pemantik Kegiatan Literasi

Tingginya animo masyarakat membuat Dispustakar berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan serupa untuk menjaga momentum kunjungan masyarakat ke perpustakaan.

“Kami juga akan melakukan event-event lain di Dinas Perpustakaan untuk semakin meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan,” kata Neny.

Bazar tersebut juga tidak hanya berfokus pada buku. Dispustakar menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga masyarakat mendapatkan dua pengalaman sekaligus: memenuhi kebutuhan literasi sekaligus menikmati produk lokal.

Meski belum memiliki data pasti mengenai nilai transaksi selama kegiatan, Neny melihat respons pengunjung terhadap stan UMKM cukup positif.

Menurutnya, perpaduan antara bazar buku dan UMKM menjadi konsep yang menarik. Buku mendorong masyarakat memperluas pengetahuan, sementara UMKM membuka ruang bagi warga untuk ikut menggerakkan ekonomi lokal.

Bagi Balikpapan, ramainya bazar buku akhirnya bukan sekadar persoalan jumlah pengunjung. Lebih dari 500 orang yang datang setiap hari menjadi sinyal bahwa budaya membaca belum tenggelam di tengah derasnya arus informasi digital.

Perpustakaan pun memiliki peluang untuk kembali menjadi ruang publik yang hidup—tempat warga tidak hanya mencari buku, tetapi juga belajar, berdiskusi, dan membangun pengetahuan.

Setidaknya, ribuan kunjungan yang tercatat selama kegiatan tersebut menunjukkan satu hal: buku masih punya tempat di tengah masyarakat Balikpapan.

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses