Belgia Tersingkir di Perempat Final, Witsel Yakin Generasi Baru Siap Bawa Red Devils Bangkit

Gelandang senior Axel Witsel menilai masa depan Red Devils justru terlihat semakin menjanjikan berkat munculnya generasi muda yang mulai mengambil peran penting. (Foto: FIFA)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Langkah Belgia di Piala Dunia 2026 harus terhenti pada babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol. Namun di balik kegagalan itu, gelandang senior Axel Witsel menilai masa depan Red Devils justru terlihat semakin menjanjikan berkat munculnya generasi muda yang mulai mengambil peran penting.

Kekalahan di Los Angeles sekaligus menjadi penutup perjalanan sejumlah pemain angkatan “Golden Generation” Belgia di turnamen besar. Meski gagal mengangkat trofi, Witsel menilai performa Belgia sepanjang turnamen menunjukkan perkembangan yang positif.

“Kami memang memulai turnamen dengan sedikit ragu, tetapi semakin jauh melangkah, permainan kami terus meningkat. Itu yang harus kami bawa pulang dari Piala Dunia ini. Saya sama sekali tidak khawatir karena Belgia memiliki masa depan yang cerah,” kata Witsel, dikutip dari FIFA, Jumat (11/7/2026).

Belgia sempat mengalami awal yang tidak mudah. Dua hasil imbang pada fase grup membuat mereka berada di bawah tekanan sebelum akhirnya memastikan tiket ke babak gugur lewat kemenangan atas Selandia Baru.

Pada babak 32 besar, Belgia harus bekerja keras menyingkirkan Senegal setelah memaksakan perpanjangan waktu. Selanjutnya mereka tampil meyakinkan dengan menghajar tuan rumah Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan Spanyol.

Kiper utama Belgia, Thibaut Courtois, meminta publik tidak hanya menilai timnya dari kegagalan meraih gelar.

Menurut Courtois, Belgia tetap mampu bersaing dengan negara-negara besar meski memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit.

“Banyak orang mengatakan Generasi Emas Belgia tidak pernah memenangkan apa pun. Tetapi kami adalah Belgia, bukan Inggris, Spanyol, atau Prancis. Kami hanya negara kecil dengan kurang dari 12 juta penduduk, tetapi kami selalu mampu bersaing di turnamen besar,” ujarnya.

Ia optimistis regenerasi pemain akan membuat Belgia kembali menjadi penantang serius pada Euro 2028 maupun Piala Dunia berikutnya.

“Kami memiliki akademi yang sangat baik. Banyak pemain muda terus berkembang. Saya yakin Belgia akan kembali lebih kuat dan suatu saat mampu memenangkan turnamen besar,” tambah Courtois.

Generasi Baru Mulai Bersinar

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Sejumlah pemain muda tampil menonjol sepanjang Piala Dunia 2026.

Charles De Ketelaere menjadi salah satu sorotan setelah mencetak tiga gol selama turnamen, termasuk gol penyeimbang saat menghadapi Spanyol di perempat final.

Selain De Ketelaere, Belgia kini memiliki deretan pemain muda seperti Jeremy Doku, Nicolas Raskin, Maxim De Cuyper, Arthur Theate hingga penjaga gawang Senne Lammens yang mulai mendapat pengalaman bermain di panggung Piala Dunia.

Bek Brandon Mechele menilai pengalaman di Amerika Utara akan menjadi modal besar bagi generasi baru Belgia.

“Kami memiliki banyak pemain muda. Jika mereka terus berkembang bersama klub masing-masing dan menambah pengalaman, tim nasional Belgia juga akan semakin kuat,” kata Mechele.

Meski gagal melanjutkan langkah menuju semifinal, Belgia menutup Piala Dunia 2026 dengan keyakinan bahwa tongkat estafet dari Generasi Emas kini mulai berpindah ke generasi baru yang siap membawa Red Devils kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Penulis: Donny Moslem
Sumber: FIFA
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses