Bertarif Hingga 2 Juta, Polda Kaltim Amankan 8 Wanita Muda dan Mucikari Terlibat Prostitusi Online

Dit Krimsus Amankan Mucikari Dari 3 Hotel Di Balikpapan

BALIKPAPAN, INIBalikpapan.com— Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Sub Ditsiber Polda Kaltim mengungkap kasus prostitusi online di Kota Balikpapan. Pengungkapan kasus  terjadi di tiga Hotel yakni hotel HV, HH, dan HM, Kamis (15/8/2019).

Ditreskrimsus  telah menahan dan memeriksa seorang mucikari dan delapan pekerja seks komersial dari ketiga hotel tersebut.

Selain mengamankan mucikari dan delapan pekerja seks komersial, petugas juga menyita barang bukti berupa 8 handphone, 1 mesin EDC Merchant Bank BNI, uang cash Rp 500.000, 4 e-ktp, 1 resi e-ktp, 24 alat kontrasepsi, 1 handuk kecil, 2 buku register tamu, 2 handbody, 5 pack tisu basah, dan 2 botol minyak zaitun.

“Saat ini DH yang kita diduga sebagai mucikari beserta delapan pekerjanya sudah kita tahan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif,” beber Direktur  Krimsus Polda Kaltim Budi Suryanto dalam penjelasan kepada media (19/8/2019)

DH dalam menjalankan operasi, modusnya menawarkan wanita-wanita muda berusia 19-22 tahun ini melalui aplikasi Me Chat. Wanita-wanita tersebut  menawarkan jasa praktek pijat hingga pijat plus-plus kepada sejumlah orang yang memesan melalui aplikasi tersebut.

Harga harga yang ditawarkan mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah sekali pijat.

“Modusnya tiap hotel tadi para wanita yang berusia 19-22 tahun tersebut stand by. Nanti si DH yang menawarkan kepada orang yang kepengen melalui Me Chat. Harganya sekitar Rp 1 juta – Rp 2 juta,” terangnya.

Dalam kasus ini, mucikari beserta pekerja seks komersial ini diancam dengan UU ITE, karena telah bertransaksi melalui aplikasi atau dunia siber.

“Ya yang jelas mereka ini kami ancam UU ITE. Karena melakukan transaksi ilegal atau prostitusi melalui aplikasi HP. UU ITE itu ancamannya 6 tahun kurungan badan,” ujarnya.

Baca juga ini :  Golkar Kaltim Akan Gelar Musdalub, Tanggal Pelaksanaan Tunggu DPP

Kepolisian masih mendalami kasus ini, karena kemungkinan masih ada jaringan lain seks komersial menggunakan aplikasi me cat dengan modus jasa pijat.

Ditreskrimsus juga memeriksa manager hotel yang mereka tempati, untuk menelisik lebih jauh apakah terlibat atau tidak . Jika terbukti ada keterlibatan pihak hotel tersebut, maka bisa saja manager hotel menjadi tersangka.

“Saat ini seluruhnya kita masih mendalami kasus ini. Termasuk pihak hotelnya juga akan kita periksa, namun sejauh ini pihak hotel masih berstatus saksi,” tandasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.