Bongkar Sejarah Balikpapan dari Arsip Belanda, Sumur Mathilda Jadi Jejak Penting
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Sejarah Balikpapan dinilai tidak cukup hanya diwariskan melalui cerita dari generasi ke generasi. Jejak masa lalu kota yang kini menjadi salah satu penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) itu perlu ditelusuri lebih dalam melalui arsip dan dokumen sejarah yang masih tersimpan di Belanda.
Dorongan tersebut disampaikan Bunda Literasi Kota Balikpapan sekaligus istri Wali Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. Ia mendorong Pemerintah Kota Balikpapan bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk menelusuri dan mendokumentasikan arsip sejarah Balikpapan yang berada di Belanda.
Menurut Nurlena, arsip tersebut dapat menjadi sumber penting untuk memperkaya literasi sejarah masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kita bagaimana nanti bekerja sama dengan Arsip Nasional. Arsip ini sebenarnya banyak di negara Belanda. Bagaimana kita meminta kepada Arsip Nasional agar arsip tersebut didokumentasikan di Kota Balikpapan,” ujar Nurlena, Kamis 3 September 2026.
Sejarah Balikpapan Perlu Dibongkar dari Sumber Primer
Nurlena menilai penelusuran arsip bukan sekadar upaya mengenang masa lalu. Lebih dari itu, dokumen sejarah diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai proses terbentuknya Balikpapan.
Selama ini, perjalanan Balikpapan tidak dapat dilepaskan dari aktivitas industri perminyakan. Salah satu jejak pentingnya adalah Sumur Mathilda, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penanda awal sejarah industri minyak di Balikpapan.
Menurut Nurlena, keberadaan Sumur Mathilda menunjukkan bahwa sejarah Balikpapan memiliki rangkaian panjang yang perlu dikaji berdasarkan sumber yang lebih lengkap.
“Kita baru tahu, ternyata Balikpapan ini berdirinya berkaitan dengan adanya Sumur Mathilda. Nah, itu kita harus membongkar literasi kita lebih mendalam,” katanya.
Karena itu, ia mendorong agar sumber-sumber sejarah yang masih tersimpan di luar negeri dapat ditelusuri dan didokumentasikan.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan cerita sejarah dari sumber sekunder, tetapi juga memiliki akses terhadap dokumen dan arsip yang dapat dipertanggungjawabkan.
Arsip Belanda untuk Perkuat Identitas Kota
Nurlena juga menyinggung penetapan tanggal sejarah Balikpapan yang dilakukan melalui proses dan kajian sejarah. Menurut dia, sejarah sebuah kota perlu dibangun berdasarkan bukti dan kajian, bukan sekadar narasi yang diwariskan tanpa verifikasi.
Arsip yang berhasil dihimpun nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi. Dokumen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi di sekolah, perpustakaan, museum, maupun berbagai ruang literasi di Balikpapan.
Dengan demikian, generasi muda dapat memahami bagaimana Balikpapan tumbuh dari kota yang memiliki sejarah panjang industri perminyakan hingga berkembang menjadi kota strategis di sekitar IKN.
“Supaya anak-anak kita, supaya kita juga paham bagaimana Balikpapan ini terbentuk dari sejarah-sejarahnya,” ujar Nurlena.
Upaya menelusuri arsip di Belanda sekaligus menjadi bagian dari penguatan identitas sejarah Balikpapan. Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan kota, sejarah dinilai tidak boleh ikut tergerus.
Balikpapan bukan hanya perlu menyiapkan diri menghadapi masa depan sebagai salah satu penyangga IKN, tetapi juga perlu memastikan generasi mendatang memahami jejak sejarah yang membentuk identitas kota tersebut.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
