Karhutla Kaltim Makin Mengkhawatirkan, Polda Kerahkan Ratusan Personel ke 5 Daerah

Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polda Kaltim mengerahkan ratusan personel dalam rangka Operasi Aman Nusa I (foto : Humas Polda)
Dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polda Kaltim mengerahkan ratusan personel dalam rangka Operasi Aman Nusa I (foto : Humas Polda)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Kalimantan Timur memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan ratusan personel ke lima wilayah rawan. Langkah ini dilakukan melalui Operasi Aman Nusa II untuk mempercepat pencegahan dan respons terhadap kebakaran yang berpotensi meluas.

Personel yang ditempatkan dalam skema Bawah Kendali Operasi (BKO) akan membantu jajaran Polres di Kutai Barat, Berau, Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Pengerahan pasukan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polda Kaltim menghadapi ancaman karhutla di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Brimob hingga Samapta Dikerahkan

Keberangkatan personel diawali apel yang dipimpin Karo Ops Polda Kaltim Kombes Pol Dedi Suryadi.

Pasukan yang diberangkatkan merupakan gabungan dari Satuan Brimob, Ditpolairud, dan Ditsamapta Polda Kaltim.

Dedi meminta seluruh personel tidak hanya fokus pada tugas operasional, tetapi juga memastikan keselamatan diri selama berada di lokasi karhutla.

“Jaga keselamatan diri dan rekan kerja. Lakukan koordinasi dengan baik dengan jajaran Polres setempat dan jangan sampai kehadiran kita justru menyulitkan anggota yang sudah bertugas. Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban,” tegas Dedi.

Menurutnya, koordinasi dengan personel di wilayah menjadi kunci agar tambahan pasukan benar-benar memperkuat penanganan yang sudah berjalan.

Ia juga mengingatkan personel bahwa penanggulangan karhutla merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang membutuhkan kerja sama, kesigapan dan kepedulian.

“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah,” pesannya.

Lima Wilayah Jadi Fokus Penguatan

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr Tedy Sopandi mengatakan pengerahan BKO merupakan bentuk kesiapsiagaan kepolisian menghadapi potensi karhutla di sejumlah wilayah Kaltim.

“Polda Kaltim berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tedy.

Ia mengatakan tambahan personel diharapkan memperkuat jajaran Polres, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan ketika kebakaran terjadi.

Selain pemadaman, personel juga akan membantu langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Polda Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan

Polda Kaltim mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Tedy menilai pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak karhutla tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat.

Asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga, sementara kebakaran yang meluas dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala besar.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pencegahan menjadi langkah penting, karena dampak Karhutla dapat dirasakan secara luas, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga kerusakan lingkungan,” tambahnya.

BKO Ditargetkan Percepat Respons Karhutla

Kehadiran ratusan personel di lima wilayah diharapkan mempercepat respons ketika muncul titik api sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

Polda Kaltim menekankan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Sinergi dengan Polres jajaran, TNI, pemerintah daerah, BPBD dan unsur terkait lainnya menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman tersebut.

“Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. Kami berharap seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan,” pungkas Tedy.

Dengan pengerahan ratusan personel ke Kutai Barat, Berau, Paser, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Polda Kaltim kini mempertebal kekuatan di lapangan. Namun, keberhasilan Operasi Aman Nusa II tetap sangat bergantung pada pencegahan—terutama kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses