BPBD Balikpapan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Permukiman dan Lahan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Rentetan kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Kota Balikpapan menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat RT 42, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Selasa (18/8/2026). Kebakaran di kawasan tersebut sempat menyulitkan petugas karena bangunan berdempetan dan akses menuju lokasi cukup sempit.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi munculnya api, terutama di tengah kondisi permukiman yang padat.
Menurutnya, kebakaran di kawasan padat penduduk memiliki risiko lebih besar karena api dapat dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
“Lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang cukup sempit sehingga menyulitkan mobilisasi armada pemadam,” ujar Usman.
Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Warga diharapkan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
Selain permukiman, kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi kebakaran lahan. Area yang ditumbuhi rumput atau semak kering dapat menjadi mudah terbakar, khususnya ketika kondisi lingkungan panas dan kering.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan mudah menyebar apabila tidak diawasi dan kondisi angin mendukung.
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Jangan melakukan pembakaran sembarangan, baik di lingkungan permukiman maupun lahan,” katanya.
Salah Satu Sumber Pemicu
BPBD juga mengingatkan warga untuk memastikan kompor, peralatan listrik, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman setelah digunakan. Kabel listrik yang rusak atau sambungan yang tidak sesuai standar juga perlu segera diperiksa karena dapat menjadi salah satu sumber pemicu kebakaran.
Di kawasan permukiman padat, warga juga diharapkan tidak menghalangi akses jalan dengan kendaraan atau benda lainnya. Akses yang terbuka akan memudahkan armada pemadam menuju lokasi ketika terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, BPBD bersama unsur pemadam kebakaran terus melakukan penanganan terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk. Respons cepat menjadi salah satu kunci untuk mencegah api meluas dan menekan potensi kerugian.
Usman menegaskan, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Peran masyarakat sangat diperlukan, mulai dari menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api hingga segera melaporkan kejadian.
Dengan meningkatnya kewaspadaan bersama, potensi kebakaran di permukiman maupun lahan diharapkan dapat ditekan, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
