Dapur MBG Balikpapan Diawasi, Makanan Siswa Wajib Tiba Maksimal 4 Jam
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dapur MBG Balikpapan kini menjadi salah satu titik pengawasan penting untuk memastikan makanan yang diterima siswa tetap aman dan layak konsumsi.
Salah satu ketentuannya, makanan yang telah dimasak harus diterima siswa maksimal empat jam setelah proses pengolahan.
Pengawasan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (18/8/2026).
Rakor itu diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang VIP Balai Kota Balikpapan.
Jadi Perhatian Pengawasan
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah daerah perlu terlibat aktif memastikan dapur penyedia makanan MBG menjalankan seluruh proses sesuai standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.
Menurut Bagus, Kepala BGN Sudaryono menekankan sejumlah persyaratan yang perlu menjadi perhatian, antara lain sertifikat chef, Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Pemerintah daerah diminta ikut mengawasi operasional dapur agar seluruh proses berjalan sesuai standar. Mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan harus memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Bagus.
Artinya, pengawasan tidak berhenti ketika makanan selesai dimasak. Proses sejak persiapan bahan hingga makanan diterima siswa menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pangan.
Salah satu poin yang disampaikan dalam rakor adalah batas waktu distribusi makanan.
Bagus menjelaskan, makanan yang telah selesai dimasak harus diterima siswa maksimal empat jam setelah proses pengolahan.
Ketentuan tersebut ditujukan untuk meminimalkan risiko makanan basi maupun penurunan kualitas pangan sebelum dikonsumsi siswa.
“Dengan pengawasan yang baik, keamanan pangan dapat terjaga. Anak-anak kita harus menerima makanan yang aman, bersih, sehat, dan bergizi,” katanya.
Bagi pelaksanaan MBG di Balikpapan, ketentuan waktu tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan bersama, terutama dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah.
Masyarakat Ikut Awasi
Pengawasan program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pengelola dapur.
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memantau pengelolaan dapur MBG melalui sistem pengawasan berbasis digital RADAR BGN.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menyampaikan masukan maupun melaporkan temuan di lapangan.
Warga juga disebut dapat mengunjungi dapur MBG terdekat untuk melihat penerapan standar operasional secara langsung.
“Transparansi menjadi kunci. Masyarakat diberikan ruang untuk ikut mengawasi sehingga kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Bagus.
Jika menemukan keluhan atau persoalan, masyarakat dapat menyampaikannya melalui aplikasi RADAR BGN, email resmi, maupun kanal pengaduan yang disediakan BGN.
Makanan Anak Sekolah
Penguatan pengawasan ini pada akhirnya bermuara pada satu hal: memastikan makanan yang diterima siswa Balikpapan aman, bersih, sehat, dan bergizi.
Karena itu, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut dipersiapkan, diolah, didistribusikan, dan diawasi hingga sampai kepada siswa.
Kolaborasi pemerintah daerah, pengelola dapur, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan MBG di Balikpapan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
