Antrean Pertalite Balikpapan Picu Kemacetan, Dishub Atur Jam Layanan

Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Antrean Pertalite di sejumlah SPBU Balikpapan mulai berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga. Untuk mengurai kepadatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan menyiapkan penambahan titik pelayanan BBM bersubsidi serta mengkaji pengaturan jam pembelian.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat antara Pemerintah Kota Balikpapan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta PT Pertamina Patra Niaga.

“Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat lanjutan,” kata Fadli, Selasa (18/8/2026).

“Salah satu yang dibahas adalah penambahan titik pelayanan BBM bersubsidi untuk kendaraan roda dua agar distribusi lebih merata dan antrean tidak menumpuk di satu lokasi,” lanjutnya.

Menurut Fadli, penambahan titik pelayanan menjadi salah satu opsi untuk memecah konsentrasi antrean yang selama ini terjadi di sejumlah SPBU.

“Tujuannya supaya pelayanan tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi,” ujarnya.

“Dengan distribusi yang lebih merata, kami berharap antrean bisa berkurang dan dampaknya terhadap lalu lintas juga bisa ditekan,” tambah Fadli.

Dua Lokasi Disiapkan 

Fadli menyebut terdapat dua kawasan yang direncanakan menjadi titik tambahan penyaluran Pertalite untuk kendaraan roda dua.

“Beberapa lokasi yang direncanakan berada di kawasan MT Haryono, tepatnya di depan Majesty, serta di wilayah Grand City,” jelasnya.

Pemkot Balikpapan, kata dia, akan melakukan koordinasi dengan pengelola SPBU yang merupakan pengusaha lokal.

“Kami akan berkoordinasi dengan pengelola SPBU terkait skema ini,” katanya.

Selain penambahan titik pelayanan, Dishub Balikpapan juga mengkaji pengaturan jam operasional pembelian BBM bersubsidi.

Fadli mengatakan pengaturan waktu tersebut diperlukan agar aktivitas antrean tidak kembali menimbulkan kepadatan pada jam sibuk.

“Skema yang sedang dikaji adalah pelayanan Pertalite pada pukul 09.00 sampai 12.00 WITA,” ungkapnya.

“Setelah itu kembali dibuka pada pukul 20.00 sampai 23.00 WITA,” sambung Fadli.

Menurut dia, pola tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan pada pagi dan sore hari.

“Terutama pada saat masyarakat berangkat bekerja dan mengantar anak ke sekolah,” ujarnya.

“Kami ingin memastikan pelayanan BBM tetap berjalan, tetapi tidak menimbulkan dampak kemacetan yang lebih besar,” kata Fadli.

“Karena itu, pengaturan jam pelayanan menjadi salah satu opsi yang sedang disiapkan,” lanjutnya.

Penggunaan Pertalite Disebut Meningkat

Fadli juga menjelaskan antrean panjang Pertalite di Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir dinilai berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Penggunaan Pertalite meningkat seiring banyaknya pengguna kendaraan yang sebelumnya mengisi Pertamax kemudian beralih ke BBM bersubsidi,” katanya.

Kondisi tersebut membuat permintaan Pertalite meningkat dan antrean terkonsentrasi di sejumlah SPBU.

Namun, data angka mengenai besaran peningkatan penggunaan Pertalite maupun jumlah kendaraan dalam antrean belum disampaikan dalam keterangan tersebut.

Pemkot Balikpapan berharap penambahan titik pelayanan dan pengaturan jam pembelian dapat menjadi solusi jangka pendek.

“Kami berharap distribusi bisa lebih merata dan antrean tidak lagi menumpuk di satu lokasi,” kata Fadli.

Koordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga juga terus dilakukan untuk mencari solusi yang lebih permanen.

“Yang terpenting kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, tetapi kelancaran lalu lintas juga harus dijaga,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses