Cerita Warga Teritip Balikpapan Penerima Program BSPS Kementerian PKP, Senang Rumah Bakal Dibedah

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Sudah enam tahun Nur tinggal di rumah sederhana di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Dinding kayunya rapuh dan mulai memudar warnanya, bagian dalamnya lembap, dan belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.

Penghasilannya pun tak menentu. Dalam sehari, ia kadang hanya membawa pulang Rp50 ribu—bahkan sering kali tidak ada sama sekali.

“Kadang dapat Rp50 ribu, kadang tidak dapat,” ujarnya.

Kondisi itu membuatnya tak pernah benar-benar membayangkan bisa memperbaiki rumahnya sendiri. Hingga akhirnya, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) datang ke lingkungannya.

Pendataan dilakukan melalui RT setempat, dengan menyasar warga yang dinilai paling membutuhkan. Petugas datang langsung untuk melihat kondisi rumah sebelum menentukan penerima bantuan.

“Kami didata betul-betul yang tidak mampu. Alhamdulillah, ada beberapa yang dapat dan disetujui,” katanya.

Di Balikpapan, sebanyak 117 unit rumah masuk dalam program BSPS. Rumah Nurhayati menjadi salah satunya.

Ia mengaku sempat tak menyangka saat rumahnya dipilih untuk diperbaiki. Perasaan itu sederhana, tapi terasa dalam.“Senang,” ucapnya pelan.

Selama proses perbaikan, ia harus sementara waktu meninggalkan rumahnya. Program bedah rumah di wilayah tersebut dijadwalkan mulai 15 Mei dan ditargetkan rampung pada 15 Agustus.

Ketua RT 30 Kelurahan Teritip menyebut proses pendataan dilakukan di tingkat lingkungan agar bantuan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kelayakan hunian warga.

Kisah seperti ini yang ditemui langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat meninjau lokasi BSPS di Balikpapan, Senin (5/5).

Ia menyebut masih banyak rumah warga dalam kondisi memprihatinkan, bahkan di daerah yang dikenal kaya sumber daya alam seperti Kalimantan Timur.

“Ini daerah super kaya—batu bara, nikel, minyak, gas. Tapi rakyatnya masih ada yang tinggal di rumah tidak layak. Ini yang harus dibereskan,” ujarnya.

Secara nasional, program BSPS tahun ini menyasar sekitar 40 ribu unit rumah. Sementara di Kalimantan Timur, jumlahnya ditingkatkan dari sekitar 600 unit pada tahun sebelumnya menjadi 3.000 unit.

Maruarar menegaskan, bantuan harus diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan, seperti yang ditemui di Teritip.

“Saya minta dipilih yang paling membutuhkan,” katanya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses