CFD Balikpapan Bukan Sekadar Olahraga, UMKM dan Komunitas Didorong Jadi Penggerak Kota
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengubah wajah Car Free Day (CFD) dari sekadar ruang olahraga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menggabungkan ekonomi, kreativitas, pelayanan publik dan interaksi sosial.
Melalui CFD Terpadu yang diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Minggu (23/8/2026), pemerintah mendorong ruang publik tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk bergerak sekaligus berkarya.
Ketua Panitia HUT ke-81 RI Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan konsep CFD Terpadu dirancang agar dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada penutupan jalan bagi kendaraan bermotor.
“Car Free Day tidak hanya dimaknai sebagai penutupan jalan dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, CFD menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif, mulai dari olahraga, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Fadli.
Menurutnya, konsep tersebut membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk mengambil bagian. Anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas olahraga, pelaku UMKM hingga komunitas ekonomi kreatif dapat memanfaatkan kawasan CFD sebagai ruang beraktivitas.
Dari sisi ekonomi, kehadiran UMKM menjadi salah satu kekuatan yang ingin dikembangkan melalui CFD. Pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Fadli menilai interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat dapat menjadi peluang bagi produk lokal untuk semakin dikenal. CFD juga dapat menjadi sarana bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya, inovasi dan kreativitas mereka kepada publik.
“Harapan kami, Car Free Day Terpadu ini dapat menjadi budaya positif masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang. Ini bukan hanya agenda sesaat, tetapi gerakan bersama untuk membangun kota yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” katanya.
Selain menggerakkan ekonomi, pemerintah juga melihat CFD sebagai ruang untuk memperkuat kohesi sosial. Masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang dapat bertemu dalam satu kawasan tanpa sekat melalui kegiatan olahraga, hiburan, komunitas maupun aktivitas sosial.
Fadli mengatakan keberlanjutan CFD membutuhkan dukungan semua pihak. Pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat harus bersama-sama menjaga agar kegiatan tersebut tetap aman, tertib dan nyaman.
“CFD ini harus menjadi ruang bersama. Bukan hanya pemerintah yang menjalankan, tetapi seluruh masyarakat ikut memiliki dan menjaga kegiatan ini,” ujarnya.
Pelaksanaan CFD Terpadu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Balikpapan. Namun, pemerintah ingin momentum tersebut menjadi awal bagi terbentuknya kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik.
Fadli berharap kegiatan CFD dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada momentum peluncuran. Semakin banyak komunitas dan pelaku usaha yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dengan konsep tersebut, CFD Terpadu diharapkan tidak hanya menghadirkan kawasan bebas kendaraan setiap akhir pekan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi UMKM, komunitas dan kreativitas warga.
“Bersama untuk bergerak, berkarya, berinteraksi, dan membangun Kota Balikpapan yang semakin sehat, kreatif, nyaman, dan berkualitas,” tutup Fadli.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
