TBC / ilustrasi

Dari 824 Kasus TBC, Baru 286 Kasus yang Terdeteksi

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Berdasarkan data Global Fund dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus tuberkulosis.atau TBC, HIV/.Aids hingga malaria di Indonesia terus meningkat

Tahun 2022 tercatat sebanyak 824 ribu kasus, namun yang baru terdeteksi belum sampai 50 persen atau sebanyak 286 ribu kasus. Sehingga masih ada sebanyak 537 ribu kasus yang belum terdeteksi. ‘

Begitu pun HIV/Aids, tahun ini dari target 97 ribu kasus baru sekitar 13 persen yang terdeteksi atau sebanyak 13 ribu kasus

Sementara itu, kasus positif malaria dan annual parasite index (API) cenderung meningkat, terutama di wilayah Indonesia Timur. Dari tahun 2020 ke 2021 kasus positif malaria naik 50 ribu kasus.

Deteksi yang rendah juga terjadi pada HIV/AIDS. Tahun ini, dari target 97 ribu kasus terdeteksi, baru 13 ribu (13%) yang ditemukan.

Sementara itu, kasus positif malaria dan annual parasite index (API) cenderung meningkat, terutama di wilayah Indonesia Timur. Dari tahun 2020 ke 2021 kasus positif malaria naik 50 ribu kasus.

Dalam siaran persnya, Waki Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwon mengatakan perlu memprioritaskan program untuk peningkatan deteksi dan pencegahan pada HIV/AIDS, TBC, dan Malaria.

“Agenda kita adalah fokus pada optimalisasi pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria,” ujar Wamenkes Dante

Upaya pencapaian target pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria akan dikejar hingga 2024. Untuk HIV/AIDS target cakupannya penemuannya 90 persen, target pengobatannya 90 persen.

Untuk TBC juga 90 persen penemuan kasus dan 90 persen pengobatan. Upaya pengendalian TBC telah dirancang program active case finding tuberkulosis pada 1,3 juta kontak erat di 8 provinsi,,

Yakni  Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sumatera Utara (Sumut)

Baca juga ini :  Kalsel Tertinggi Kasus Covid-19 di Kalimantan dengan 159 Orang dan Sulawesi Tertinggi Sulsel dengan 106 Orang

Sementara untuk malaria target jumlah wilayah mencapai API < 1/1.000 penduduk sejumlah 500 kabupaten dan kota. “Ini beberapa hal yang harus kita lakukan dengan secepatnya dalam sisa waktu sampai tahun 2024 ini,” tegas Wamenkes.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.