Di Muktamar NU, Prabowo Sebut MBG Sudah Jangkau 62 Juta Penerima

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

JOMBANG, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya bahwa Indonesia akan bangkit menjadi negara yang semakin kuat dan mandiri. Di hadapan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Prabowo memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, mulai dari swasembada pangan hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan tengah bergerak menuju swasembada energi. Menurutnya, ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) akan terus ditekan.

“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah kita tidak, dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun,” kata Prabowo dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026), dikutip dari laman Presiden

MBG Disebut Sudah Jangkau 62 Juta Penerima

Selain swasembada pangan dan energi, Prabowo menyoroti perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Presiden menyebut pemerintah telah membangun puluhan ribu dapur umum untuk mendukung pelaksanaan MBG. Program tersebut, menurut Prabowo, kini telah dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat.

Meski pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah memastikan persoalan tersebut akan terus dibenahi.

“Yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar perluasan cakupan MBG, tetapi juga memastikan kelompok yang menjadi sasaran utama program memperoleh manfaat secara merata.

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

Prabowo juga mengaitkan agenda kemandirian nasional dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Puluhan ribu koperasi desa disebut akan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memastikan kebijakan subsidi benar-benar diterima masyarakat.

Pemerintah, kata Prabowo, akan memastikan barang bersubsidi sampai kepada masyarakat dengan harga sesuai kebijakan subsidi.

“Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan, dan tidak akan diperdagangkan,” tegasnya.

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Tantangan El Nino

Optimisme tersebut disampaikan Prabowo di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Indonesia.

Presiden menyinggung fenomena El Nino serta kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Namun, Prabowo menilai Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan potensi energi yang dapat menjadi fondasi menuju kemandirian nasional.

“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita,” ujarnya.

Penghematan Anggaran untuk Rakyat Miskin

Di sisi lain, Prabowo kembali menekankan pentingnya pemberantasan korupsi dan efisiensi anggaran. Menurutnya, penghematan anggaran pemerintah telah menghasilkan dana dalam jumlah besar yang dapat dialihkan untuk program kesejahteraan rakyat.

“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” tandasnya.

Bagi Prabowo, kemandirian pangan dan energi, perluasan MBG, penguatan koperasi hingga penghematan anggaran merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan sekaligus memperbesar manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses