Di Tengah Meningkatnya Konflik Agraria, KPA Awards Kembali Kembali Hadir untuk Jurnalis
JAKARTA, inibalikpapan.com – Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kembali menyelenggarakan Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers yang konsisten mengangkat isu konflik agraria, hak atas tanah, dan reforma agraria di Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional IX KPA sekaligus peringatan Hari Tani Nasional 2026.
Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, mengatakan jurnalisme memiliki peran penting dalam memastikan persoalan agraria tetap menjadi perhatian publik. Apalagi di tengah meningkatnya investasi skala besar dan pembangunan.
“Di tengah meningkatnya konflik agraria, menguatnya investasi skala besar, serta semakin luasnya keterlibatan aparat keamanan dalam urusan agraria, kerja-kerja jurnalistik yang independen dan berpihak pada kepentingan rakyat menjadi sangat penting. Media bukan hanya menyampaikan informasi. Tetapi juga membantu membongkar akar persoalan, menghadirkan suara rakyat, dan mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati di Indonesia,” ujar Dewi Kartika.
Menurut KPA, jurnalis yang meliput isu agraria menghadapi tantangan besar. Mulai dari keterbatasan akses informasi hingga tekanan, intimidasi, bahkan ancaman keselamatan ketika mengungkap praktik perampasan tanah dan pelanggaran hak masyarakat.
Situasi tersebut semakin relevan dengan kondisi agraria nasional. Berdasarkan Catatan Akhir Tahun KPA 2025, tercatat 341 letusan konflik agraria dengan luas mencapai 914.574 hektare yang berdampak terhadap 123.612 keluarga. Angka tersebut meningkat 15 persen ketimbang tahun sebelumnya. Sementara kasus kekerasan dan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas tanah meningkat 32 persen.
Dari Teks hingga Audiovisual
Pada penyelenggaraan tahun ini, ARMA didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dengan mengusung tema “Perjuangan Reforma Agraria di Tengah Investasi Oligarki, Otoritarianisme Pembangunan, dan Militerisme.”
KPA mengundang jurnalis mengirimkan karya pada kategori jurnalistik teks, audio visual, dan foto. Baik berupa liputan investigasi, liputan mendalam, maupun feature. Untuk kategori foto, karya dapat berupa foto berita maupun esai foto.
Karya yang dapat diikutsertakan adalah produk jurnalistik yang telah dipublikasikan pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2026.
Pengiriman karya dibuka pada 1–31 Agustus 2026 melalui surat elektronik [email protected].
Proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang beragam. Terdiri atas Nany Afrida (Ketua Umum AJI), Andhy Panca Kurniawan (Founder Watchdoc Documentary Maker), Oscar Motuloh (Kurator Foto Independen), serta Dewi Kartika (Sekretaris Jenderal KPA).
Pemenang dari setiap kategori akan memperoleh Trofi ARMA 2026 dan uang apresiasi. Pengumuman pemenang jadwalnya berlangsung pada Malam Anugerah ARMA, 24 September 2026 di Jakarta.
Melalui penyelenggaraan ARMA 2026, KPA berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya reforma agraria. Sekaligus mendorong lahirnya kebijakan agraria yang lebih adil, demokratis, dan berpihak kepada rakyat.***
BACA JUGA
