Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi Lintas OPD untuk Penuhi Hak Anak

Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni D Larose

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Balikpapan dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan pemenuhan hak anak.

Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), melainkan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kota Balikpapan Nursyamsiarni D Larose mengatakan, setiap OPD memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya untuk menghadirkan program yang berpihak kepada anak.

“Seluruh kegiatan dirangkaikan dalam momentum Hari Anak Nasional. Tidak hanya melalui satu kegiatan besar, tetapi diwujudkan dalam berbagai program tematik sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ramah anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, setiap sektor harus berkontribusi, baik melalui layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, penyediaan ruang publik yang aman, maupun program pemberdayaan keluarga.

“Jadi bukan hanya DP3AKB yang bekerja. Semua OPD memiliki peran untuk memastikan hak-hak anak dapat terpenuhi sesuai dengan kewenangannya masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan lintas sektor menjadi salah satu upaya yang terus diperkuat Pemerintah Kota Balikpapan dalam mempertahankan predikat Kota Layak Anak yang selama ini telah diraih.

“Komitmen ini harus terus dijaga. Kota Layak Anak tidak cukup hanya dengan memenuhi indikator administrasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Libatkan Dalam Forum

Selain memperkuat sinergi antar-OPD, pemerintah juga terus membuka ruang partisipasi bagi anak melalui Forum Anak Kota Balikpapan. Wadah tersebut dinilai menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dan ikut terlibat dalam proses pembangunan.

“Forum Anak menjadi representasi suara anak-anak Balikpapan. Mereka ikut menyampaikan gagasan dan harapan melalui forum-forum perencanaan pembangunan sehingga kebutuhan anak dapat menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, Forum Anak tidak hanya berperan sebagai organisasi pendamping, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Mereka kami dorong untuk aktif mengikuti Musrenbang mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Dengan begitu, suara anak benar-benar masuk dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan,” tuturnya.

DP3AKB berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga seluruh program pembangunan di Balikpapan semakin responsif terhadap kebutuhan anak.

“Kami ingin semua pihak memiliki kepedulian yang sama terhadap anak. Ketika pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan Forum Anak berjalan bersama, maka upaya mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak akan semakin kuat,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses