Dishub Balikpapan Sosialisasikan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Yos Sudarso Demi Keselamatan Kawasan RDMP

Kepala Dishub Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan Kota Balikpapan mulai menyosialisasikan penerapan buffer zone dan rekayasa lalu lintas (re-route) di kawasan Jalan Yos Sudarso atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalan Minyak.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung aspek keselamatan di sekitar proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang saat ini masih berlangsung.

Sosialisasi digelar di Main Hall Banua Patra, Selasa (26/5), dengan melibatkan unsur Forkopimda, perwakilan PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, perangkat daerah, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah menilai pengaturan arus kendaraan di kawasan tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu jalur vital penghubung Balikpapan Kota dan Balikpapan Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan untuk meminimalkan potensi risiko di sekitar area operasional proyek RDMP. Peningkatan aktivitas kendaraan proyek dan pekerjaan pelebaran jalan dinilai memerlukan penyesuaian pola lalu lintas agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

“Jalan Yos Sudarso setiap hari dilalui kendaraan dengan volume cukup tinggi. Karena itu, pengaturan buffer zone dan re-route ini penting untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tanpa menghambat aktivitas masyarakat secara signifikan,” ujar Fadli.

Menurut dia, Dishub bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah skema pengalihan arus kendaraan serta pengaturan titik-titik lalu lintas guna mengurangi kepadatan selama proses pekerjaan berlangsung. Sosialisasi dilakukan secara bertahap agar masyarakat memahami perubahan jalur yang nantinya diterapkan di lapangan.

Lancar dan Efektif

Pemerintah Kota Balikpapan berharap penerapan rekayasa lalu lintas tersebut dapat berjalan lancar dan efektif. Selain mengutamakan keselamatan, kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan juga menjadi perhatian utama selama proses penataan kawasan berlangsung.

Di sisi lain, Pemkot turut mengapresiasi dukungan PT Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan yang dinilai aktif berkolaborasi dalam menjaga keselamatan lingkungan operasional proyek di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang cukup padat.

Fadli juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu sementara serta arahan petugas di lapangan selama rekayasa lalu lintas diberlakukan. Ia menegaskan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting. Agar proses penataan kawasan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan dan tetap berhati-hati saat melintas di kawasan Jalan Minyak. Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga keselamatan bersama. Sekaligus mendukung pembangunan strategis di Balikpapan,” katanya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses