Diskominfo Balikpapan Ajak Masyarakat Ciptakan Ruang Digital Aman untuk Anak
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan mencatat, lebih dari separuh panggilan ke pusat layanan 112 bukan berasal dari situasi darurat. Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengungkapkan sebagian besar panggilan masuk tanpa informasi jelas. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong penguatan perlindungan anak di ruang digital. Ditengah tingginya penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan tenaga pendidik, kader masyarakat. Hingga sejumlah instansi terkait.
Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengatakan perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat perlindungan anak di dunia digital. Menjadi persoalan penting yang tidak bisa diabaikan.
Menurut dia, saat ini anak-anak sudah sangat dekat dengan internet sejak usia dini, baik melalui telepon genggam, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya. Kondisi itu dinilai membawa manfaat, namun juga memiliki risiko jika tidak dibarengi pengawasan yang baik.
“Sekarang anak-anak sudah akrab dengan ruang digital sejak usia dini. Karena itu, penting bagi kita memastikan mereka tetap aman saat menggunakan teknologi,” kata Erriansyah, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, tingginya paparan konten negatif di internet serta masih rendahnya literasi digital di lingkungan keluarga menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, Diskominfo Balikpapan bersama sejumlah instansi mencoba memperkuat pemahaman masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Sekolah, keluarga, dan masyarakat juga punya peran penting dalam mendampingi anak saat menggunakan internet,” ujarnya.
Erriansyah menilai perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan aturan atau kebijakan pemerintah semata. Menurutnya, pengawasan dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi faktor paling penting untuk menjaga anak dari dampak negatif penggunaan internet.
“Orang tua tetap jadi yang paling dekat dengan anak. Jadi pengawasan dari keluarga itu penting,” katanya.
Diikuti Tenaga Pendidik
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari tenaga pendidik tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Balikpapan. Selain itu hadir pula kader PKK, penyuluh KB, penyuluh KUA, hingga perwakilan organisasi masyarakat.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapat pemaparan dari narasumber Kementerian Komunikasi dan Digital serta psikolog terkait kondisi penggunaan internet pada anak di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas ancaman konten negatif di media digital, tetapi juga pentingnya membangun komunikasi antara orang tua dan anak agar penggunaan internet dapat lebih terkontrol dan sehat.
Menurut Erriansyah, edukasi mengenai keamanan digital perlu dilakukan secara berkelanjutan. Agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mendampingi anak saat mengakses internet.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.
“Harapannya setelah kegiatan ini, kesadaran masyarakat soal perlindungan anak di ruang digital juga semakin meningkat,” tutupnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
