Disnaker Balikpapan Andalkan Program Magang Saat Anggaran Pelatihan Dipangkas
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai mengubah strategi peningkatan kualitas tenaga kerja lokal di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang kembali diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan tahun ini.
Jika sebelumnya pelatihan kerja lebih banyak dibiayai melalui anggaran daerah. Kini Disnaker memilih memperkuat kolaborasi dengan perusahaan swasta lewat program pemagangan.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja meski kuota pelatihan pemerintah berkurang.
“Sebagai solusi, kami berupaya melakukan kerja sama dengan perusahaan. Agar bisa memberikan pelatihan melalui program pemagangan,” ujar Adamin, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal tetap menjadi kebutuhan penting, terutama menghadapi persaingan dengan tenaga kerja dari luar daerah dan kebutuhan industri yang terus berkembang di Balikpapan.
Karena itu, Disnaker kini aktif membangun komunikasi dengan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) serta Forum Human Resources Development (HRD) perusahaan agar lebih banyak membuka peluang magang bagi warga Balikpapan.
“Jadi harus ada sinergi. Tidak melulu pemerintah, tapi sama-sama membantu,” katanya.
Adamin menjelaskan, program pelatihan mandiri Disnaker sebenarnya masih berjalan, namun jumlahnya disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah. Tahun lalu, alokasi pelatihan kerja mencapai sekitar Rp1,2 miliar, sedangkan tahun ini mengalami penurunan akibat efisiensi.
Meski begitu, Disnaker optimistis pengurangan kuota pelatihan dapat ditutupi melalui kerja sama pemagangan dengan sektor swasta.
Perluas Akses Pelatihan
Selain menggandeng perusahaan, Disnaker juga memaksimalkan dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Untuk memperluas akses pelatihan tenaga kerja.
Salah satunya dengan mengirim peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Tahun ini, sebanyak 15 warga Balikpapan telah diberangkatkan mengikuti pelatihan sektor minyak dan gas (migas) di PPSDM Migas Cepu, Blora, Jawa Tengah, dengan dukungan dana pemerintah pusat sebesar Rp500 juta.
“Yang penting generasi muda Balikpapan tetap bisa mendapatkan pelatihan sebagai modal pengalaman kerja sesuai kebutuhan industri,” tambahnya.
Disnaker pun mengimbau masyarakat aktif memantau informasi pelatihan maupun program magang melalui media sosial resmi Disnaker Balikpapan. Karena proses pendaftaran dan seleksi akan diumumkan secara berkala.(***/Adv Diskominpo Balikpapan)
BACA JUGA
