Gelombang di Pesisir Balikpapan Mulai Mereda, BMKG Minta Nelayan Tetap Waspada

Koordinator BMKG Balikpapan Huda Abshor Mukhsinin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi gelombang laut di wilayah pesisir Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara mulai menunjukkan tren penurunan setelah beberapa hari terakhir berada pada kategori sedang.

Meski demikian, masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil, tetap diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut.

Koordinator BMKG Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa saat gelombang tinggi terjadi, ketinggian gelombang di perairan Balikpapan berada pada kisaran 1,25 hingga 2 meter, atau masuk kategori sedang. Kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya pola angin muson Australia yang diperkuat keberadaan Siklon Tropis Bavi di sekitar Laut Filipina bagian timur laut.

“Gelombang tinggi terjadi akibat pola angin muson Australia yang membawa massa udara dari tenggara menuju barat laut. Kondisi ini semakin kuat karena pengaruh Siklon Tropis Bavi, sehingga kecepatan angin di wilayah Kalimantan Timur meningkat dan berdampak pada pembentukan gelombang yang lebih tinggi,” ujar Huda, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kecepatan angin menyebabkan gesekan antara angin dan permukaan laut menjadi lebih intens. Akibatnya, tinggi gelombang di perairan Balikpapan dan Penajam Paser Utara mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal.

Menurut Huda, rata-rata tinggi gelombang saat puncak kejadian berkisar 1,25 hingga 1,5 meter. Ketinggian tersebut memang belum tergolong ekstrem, namun sudah cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran menggunakan perahu nelayan tradisional maupun kegiatan wisata bahari.

Dalam kondisi normal, tinggi gelombang di perairan Balikpapan umumnya berada di bawah 1,25 meter. Karakteristik perairan Kalimantan Timur yang relatif dangkal serta terlindung oleh gugusan pulau di bagian selatan membuat gelombang di kawasan ini cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah laut terbuka.

Masukin Daratan Cina

Fenomena peningkatan gelombang ini juga merupakan bagian dari dinamika musim kemarau atau yang dikenal masyarakat sebagai musim selatan, ketika angin muson Australia bertiup lebih dominan melintasi wilayah Indonesia.

BMKG memperkirakan kondisi laut akan terus membaik dalam dua hingga tiga hari ke depan seiring melemahnya Siklon Tropis Bavi setelah bergerak memasuki daratan China. Tinggi gelombang diprediksi kembali berada di bawah 1,25 meter.

Meski tren penurunan mulai terlihat, BMKG mengingatkan nelayan agar tidak hanya memperhatikan tinggi gelombang, tetapi juga mempertimbangkan kecepatan angin serta ukuran kapal yang digunakan. Aktivitas pelayaran menggunakan perahu kecil masih berpotensi berisiko apabila gelombang mencapai sekitar 1,25 meter dan kecepatan angin melebihi 30 kilometer per jam.

BMKG juga terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini pelayaran setiap hari. Nelayan, operator wisata bahari, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk selalu memantau informasi resmi sebelum melaut, sehingga potensi risiko akibat perubahan cuaca dan kondisi laut dapat diantisipasi sejak dini.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses