Google Beri Penghargaan untuk Balikpapan, 2.000 Guru Dilatih AI Secara Serentak

BALIKPAPAN,Inibalikpapn.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menerima penghargaan dari Google atas keberhasilannya melatih lebih dari 2.000 guru secara serentak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Balikpapan dalam memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi di lingkungan sekolah.

“Penghargaan dari Google ini diberikan kepada Kota Balikpapan karena prakarsa kami melatih lebih dari 2.000 guru secara bersamaan. Ini satu-satunya dan bukan program biasa. Semua guru terlibat dengan capaian nilai yang cukup baik,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Irfan, pelatihan tersebut difokuskan pada penguatan sistem pembelajaran mendalam berbasis AI melalui pemanfaatan platform Google for Education yang terintegrasi dengan teknologi Gemini. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti guru jenjang SD hingga SMP di Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini menuntut tenaga pendidik mampu beradaptasi. Dengan metode pembelajaran digital. Agar proses belajar mengajar lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pelatihannya berupa pembelajaran mendalam berbasis AI dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kualitas pembelajaran di kelas,” katanya.

Selain program pelatihan guru, Pemerintah Kota Balikpapan juga mulai menyiapkan sejumlah kebijakan strategis di bidang pendidikan. Salah satunya rencana penerapan wajib belajar 13 tahun yang akan dimulai pada 2027. Dengan tahap sosialisasi dilakukan sepanjang 2026.

Program tersebut menempatkan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Bentuk Kemampuan Sosial

Irfan menilai masih banyak orang tua yang lebih fokus memasukkan anak ke tempat les dibanding pendidikan PAUD. Padahal, menurutnya, PAUD memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan sosial, emosional, dan karakter anak.

“PAUD bukan sekadar tempat bermain. Di sana anak belajar bersosialisasi, membangun karakter, dan melatih kesiapan belajar sejak dini,” jelasnya.

Dalam momentum Hardiknas 2026, Disdikbud Balikpapan juga meluncurkan karya bertema kearifan lokal berjudul “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disusun oleh Bunda PAUD. Selain itu, diperkenalkan pula program “Balikpapan Cinta Literasi” berupa kampanye video literasi yang akan diputar di berbagai ruang publik seperti hotel, videotron, dan fasilitas umum lainnya.

“Ini bentuk upaya kami meningkatkan minat baca dan budaya literasi anak-anak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Peringatan pendidikan di Balikpapan tahun ini juga melibatkan pelajar secara aktif, termasuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai petugas upacara. Langkah tersebut menjadi simbol penguatan pendidikan inklusif dan upaya membangun rasa percaya diri seluruh peserta didik tanpa terkecuali.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses