Hadapi Dampak IKN, Pemkot Balikpapan Dorong SDM Lokal Tak Jadi Penonton
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur membawa perubahan besar bagi kawasan sekitarnya. Pemerintah Kota Balikpapan menilai perubahan tersebut harus diikuti dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton.
Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetya, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVII Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) di Balikpapan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Bagus, pembangunan IKN tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur. Pertumbuhan kawasan juga harus memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengambil bagian dalam peluang ekonomi yang muncul.
“Pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan tegaknya keadilan sosial dan terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bagus.
SDM Balikpapan Harus Siap Hadapi Perubahan IKN
Bagus mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu pilar penting kebijakan Pemkot Balikpapan di tengah percepatan pembangunan IKN.
Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong perluasan akses pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi keahlian, penguatan literasi digital hingga optimalisasi layanan kesehatan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat Balikpapan mampu bersaing ketika aktivitas ekonomi dan pembangunan di kawasan IKN terus berkembang.
“Kami berkomitmen mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing global, namun tetap memiliki karakter serta integritas moral yang kuat,” katanya.
Dengan posisi Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga dan gerbang utama menuju IKN, kebutuhan terhadap SDM yang kompeten diperkirakan semakin penting.
Karena itu, pembangunan manusia dinilai harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.
Munas ISKA Soroti Keadilan dan Kesejahteraan
Pesan tersebut disampaikan Bagus dalam forum Munas XVII ISKA yang mengangkat tema “Keadilan dan Kesejahteraan”.
Ia menilai tema tersebut relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, terutama ketika pembangunan IKN membawa perubahan sosial dan ekonomi bagi wilayah di sekitarnya.
Bagus menyambut baik keputusan menjadikan Balikpapan sebagai tuan rumah forum nasional yang dihadiri Menteri Agama, pejabat negara, tokoh masyarakat dan delegasi sarjana Katolik dari berbagai daerah.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena Kota Balikpapan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum nasional yang sangat bermartabat ini,” ujarnya.
Menurut Bagus, ISKA memiliki posisi strategis sebagai wadah kaum intelektual. Gagasan para sarjana dibutuhkan untuk membantu pemerintah merumuskan solusi, termasuk dalam menghadapi tantangan peningkatan kualitas SDM.
Peserta Munas ISKA Dijadwalkan Kunjungi IKN
Selain mengikuti agenda persidangan di Hotel Novotel Balikpapan, peserta Munas XVII ISKA dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke kawasan IKN.
Bagus berharap kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan IKN sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk membangun masa depan Indonesia.
Ia juga berharap Munas ISKA menghasilkan keputusan strategis, program kerja yang aplikatif serta kepemimpinan baru yang mampu memperkuat kontribusi organisasi bagi bangsa.
“Semoga Munas XVII ISKA berjalan aman, tertib dan lancar, serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis untuk kemajuan organisasi dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Bagus menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Agama boleh berbeda-beda, tetap bersatu membangun bangsa,” ucapnya.
Ia kemudian mengajak peserta kembali berkunjung ke Balikpapan.
“Balikpapan kubangun, kujaga, dan kubela. Kubangun dengan amal, kujaga dengan iman, dan kubela dengan doa,” pungkasnya.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
