Haji 2026: Tembus 100 Ribu Jemaah Selesaikan Dam, Kemenhaj Imbau Warga Waspada Calo Ilegal di Makkah

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, hingga hari ke-30 masa operasional, sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, hingga hari ke-30 masa operasional, sebanyak 498 kloter dengan 192.185 jemaah dan 1.984 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. (foto : kemenhaj)

MAKKAH, Inibalikpapan.com — Fase krusial penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi kian mendekati puncaknya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Seiring dengan pergerakan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mencatat progres masif di mana sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia telah resmi menyelesaikan kewajiban pembayaran denda haji (dam).

Ketertiban tata kelola administrasi ibadah ini bahkan sukses menuai apresiasi langsung dari otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena dinilai transparan dan akuntabel.

Pemerintah Hormati Keragaman Fikih: Skema ADAHI Mendominasi

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa pemerintah bersikap akomodatif dan membebaskan jemaah untuk mengambil keputusan sesuai dengan mazhab atau keyakinan fikih yang dianut, baik melalui penyembelihan langsung maupun berpuasa.

Berdasarkan data riil dari Tanah Suci per Rabu (20/5/2026), rincian penyelesaian dam jemaah haji Indonesia terbagi ke dalam beberapa skema:

  • Program ADAHI (Arab Saudi): Diikuti oleh 71.262 jemaah melalui jalur perbankan resmi yang diakui sanksi syariatnya.
  • Penyelesaian di Indonesia: Sebanyak 26.901 jemaah memilih menuntaskan pembayaran di tanah air sebelum bertolak.
  • Skema Puasa: Sebanyak 2.105 jemaah mengambil opsi berpuasa sesuai ketentuan bagi yang tidak mampu secara finansial.
  • Haji Ifrad: Tercatat 821 jemaah terbebas dari kewajiban dam karena memilih skema haji ifrad sejak awal keberangkatan.

“Pengelolaan dam yang semakin tertata rapi ini menunjukkan melonjaknya kesadaran jemaah kita untuk beribadah lewat mekanisme yang aman, legal, dan bebas risiko,” ungkap Ichsan Marsha langsung dari Makkah, dikutip dari laman Kemenhaj.

Peringatan Keras Kemenhaj: Jangan Tergiur Harga Murah Calo Liar!

Kendati pengelolaan berjalan mulus, Kemenhaj mengeluarkan lampu kuning dan wanti-wanti keras kepada jemaah, termasuk rombongan embarkasi Balikpapan, agar ekstra waspada terhadap agen atau oknum tidak bertanggung jawab yang menjajakan jasa pemotongan hewan kurban/dam ilegal di luar konter resmi.

“Jemaah kami minta dengan sangat untuk tidak mudah percaya pada tawaran pembayaran dam murah dari pihak luar yang tidak jelas mekanisme, sertifikat, dan bukti fisiknya. Jika ragu atau merasa ditekan, segera lapor dan konsultasikan ke petugas kloter atau pembimbing ibadah di sektor masing-masing,” tegas Ichsan.

Hingga hari ke-30 masa operasional, Kemenhaj melaporkan total 498 kloter dengan 192.185 jemaah reguler serta 14.513 jemaah haji khusus telah mendarat dengan selamat di Arab Saudi dan kini seluruhnya telah terkonsentrasi di Makkah untuk bersiap melakukan wukuf.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses