Partisipasi Krenova 2026 Melonjak, Balikpapan Perkuat Budaya Inovasi Hijau

Penganugerahan krenova 2026 pemkot Balikpapan yang dilaksanakan di Balai kota. (Foto:Inibalikpapan.com/Samsul)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi masyarakat melalui ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2026.

Program yang telah berjalan hampir satu dekade itu kini berkembang menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, mengatakan Krenova tidak lagi sekadar lomba inovasi. Tetapi telah menjadi ruang tumbuhnya kreativitas masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kota.

“Para juri berasal dari Kementerian Dalam Negeri, BRIN, BRIDA, LAN, dan perguruan tinggi. Seluruhnya berasal dari luar Kota Balikpapan untuk menjaga independensi penilaian,” ujar Murni dalam sambutannya pada kegiatan puncak Krenova 2026, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, proses seleksi dimulai sejak Januari 2026 melalui tahapan sosialisasi, penjaringan inovasi, hingga presentasi peserta di hadapan dewan juri independen pada April lalu. Dari proses tersebut kemudian dipilih inovasi terbaik yang diumumkan dalam acara puncak Krenova.

Menurut Murni, objektivitas penilaian menjadi salah satu faktor penting agar inovasi yang terpilih benar-benar memiliki manfaat dan potensi untuk diterapkan di masyarakat.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan Krenova tahun ini juga dirangkaikan dengan diseminasi standar baru penghematan energi dan air pada bangunan gedung. Program tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi energi dan penurunan emisi karbon di subsektor bangunan.

Balikpapan bahkan menjadi salah satu dari dua kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai proyek percontohan nasional bersama Tangerang dalam penerapan program tersebut.

“Bagi Kota Balikpapan, program ini sangat bermanfaat. Terutama dalam mendorong pengembangan gedung-gedung yang ramah dan hemat energi,” katanya.

Jumlah Peserta Meningkat

Murni menuturkan perkembangan Krenova menunjukkan tren yang sangat positif dari tahun ke tahun. Pada 2017 jumlah peserta hanya 36 orang. Kemudian meningkat menjadi 38 peserta pada 2018 dan 44 peserta pada 2019. Setelah sempat melambat akibat pandemi Covid-19. Partisipasi kembali meningkat menjadi 43 peserta pada 2025 dan melonjak menjadi 87 peserta pada 2026.

“Kenaikan hampir 100 persen dibanding tahun sebelumnya menunjukkan penguatan sistem inovasi daerah berjalan positif. Inovasi tidak hanya menjadi program pemerintah. Tetapi mulai menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat Balikpapan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Balikpapan juga berencana menampilkan berbagai hasil inovasi peserta Krenova dalam Balikpapan Fest agar lebih dikenal masyarakat luas. Langkah itu diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi sekaligus mendorong masyarakat semakin dekat dengan budaya inovasi.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Pemkot Balikpapan berharap inovasi daerah dapat terus berkembang dan mendukung target penurunan emisi karbon yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah dalam RPJMD Kota Balikpapan 2026–2029.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses