Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.561 per Kilogram
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali menguat. Memasuki periode 1–15 Agustus 2026, harga TBS naik Rp33,58 per kilogram atau 0,95 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi kabar positif bagi pekebun sawit Kaltim, terutama di tengah penguatan harga crude palm oil (CPO) dan permintaan pasar yang masih tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, drh Arief Murdiyatno, mengatakan penetapan harga TBS dilakukan berdasarkan perkembangan harga CPO dan kernel.
“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.230,55 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.521,48 per kilogram,” kata Arief dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026), dikutip dari laman Pemprov.
Harga TBS Sawit Kaltim Berdasarkan Umur Tanaman
Kenaikan harga TBS berlaku untuk seluruh kelompok umur tanaman. Harga tertinggi berada pada tanaman berusia 10–20 tahun, yakni mencapai Rp3.561,69 per kilogram.
Berikut daftar harga TBS kelapa sawit Kaltim periode 1–15 Agustus 2026:
| Umur Tanaman | Harga TBS/kg |
|---|---|
| 3 tahun | Rp3.127,56 |
| 4 tahun | Rp3.227,21 |
| 5 tahun | Rp3.316,48 |
| 6 tahun | Rp3.389,18 |
| 7 tahun | Rp3.438,10 |
| 8 tahun | Rp3.493,65 |
| 9 tahun | Rp3.536,40 |
| 10–20 tahun | Rp3.561,69 |
| 21 tahun | Rp3.510,05 |
| 22 tahun | Rp3.439,58 |
| 23 tahun | Rp3.363,55 |
| 24 tahun | Rp3.325,61 |
| 25 tahun | Rp3.294,44 |
Arief mengatakan penguatan harga TBS tidak terlepas dari kenaikan harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan.
Harga Acuan untuk Petani Plasma
Dinas Perkebunan Kaltim menegaskan, harga yang ditetapkan pemerintah menjadi standar bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), khususnya petani plasma.
Kemitraan dinilai penting untuk memastikan petani mendapatkan harga TBS yang sesuai dengan ketentuan sekaligus memperkuat posisi mereka dalam rantai industri sawit.
Arief berharap hubungan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS terus diperkuat.
“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” tegasnya.
Kenaikan harga TBS diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pekebun, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perekonomian Kalimantan Timur yang memiliki sektor perkebunan sawit sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
