Hari Kedua Pencarian Pemuda Hanyut di Sungai Melenyu, Tim SAR Perluas Area Penyisiran
KUTAI TIMUR,Inibalikpapan.com – Operasi pencarian terhadap Rifki (23), pemuda yang dilaporkan terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, masih terus berlanjut. Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (2/6/2026), Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban.
Sejak pagi, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian melaksanakan briefing untuk menyusun strategi pencarian lanjutan. Tim kemudian bergerak melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Melenyu dengan radius pencarian sekitar dua kilometer dari lokasi korban terakhir terlihat.
Korban diketahui bernama Rifki (23), warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5) sekitar pukul 17.00 WITA saat berenang bersama sejumlah rekannya di sungai tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban dan teman-temannya menyeberangi sungai untuk beraktivitas di seberang lokasi. Ketika hendak kembali menuju tenda, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus dan akhirnya terseret ke bagian sungai yang lebih dalam.
Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil sehingga korban hilang dan tidak terlihat lagi di permukaan air.
Untuk mempercepat proses pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari perahu karet, perahu ketinting, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis. Penyisiran dilakukan baik melalui jalur air maupun pemantauan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, Tim Rescue PT DSN Group, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
Meski cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cukup cerah dan mendukung aktivitas tim di lapangan, derasnya arus Sungai Melenyu masih menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. Kondisi tersebut membuat tim harus bekerja lebih hati-hati saat melakukan penyisiran di beberapa titik yang memiliki arus kuat.
Setelah pencarian dilakukan sepanjang hari, Tim SAR Gabungan menggelar evaluasi pada sore hari. Dari hasil pencarian yang dilakukan hingga pukul 18.00 WITA, korban masih belum ditemukan.
Seluruh personel kemudian kembali ke posko yang berada di Mess PT DSN untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan strategi lanjutan. Pada hari ketiga operasi, tim berencana memperluas area pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Tim SAR Gabungan berharap upaya pencarian yang dilakukan secara intensif dapat segera membuahkan hasil sehingga korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu (3/6/2026) dengan fokus penyisiran pada area-area yang dinilai berpotensi menjadi jalur hanyut korban mengikuti arus Sungai Melenyu.***
BACA JUGA
