Sebulan, 121 Tersangka Kejahatan Jalanan Diamankan Polda Kaltim
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Polda Kalimantan Timur menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pengungkapan puluhan kasus kejahatan jalanan selama satu bulan terakhir.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, mengatakan kejahatan jalanan atau street crime menjadi salah satu fokus utama penanganan kepolisian karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat. Selain menimbulkan kerugian materi, tindak kriminal tersebut juga dapat mengganggu rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Endar, jajaran kepolisian terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penegakan hukum secara berimbang. Pendekatan preventif dilakukan melalui patroli rutin, pemetaan daerah rawan, serta edukasi kepada masyarakat. Sementara itu, langkah represif diterapkan terhadap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana.
“Dalam penanganan kejahatan jalanan, kami menerapkan pendekatan preventif dan represif secara seimbang. Pencegahan dilakukan melalui patroli, pengawasan, dan edukasi kepada masyarakat, sementara penindakan dilakukan terhadap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Hasilnya, selama periode satu bulan terakhir, Polda Kaltim berhasil mengungkap sebanyak 82 kasus kejahatan jalanan dengan total 121 tersangka yang diamankan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) menjadi tindak pidana yang paling banyak diungkap dengan 31 kasus dan 39 tersangka. Sementara pencurian dengan pemberatan (curat) tercatat sebanyak 26 kasus dengan 32 tersangka.
Selain itu, kepolisian juga berhasil mengungkap 20 kasus pencurian biasa dengan 25 tersangka, tiga kasus pencurian kendaraan bermotor dengan tiga tersangka, serta sejumlah kasus kepemilikan senjata tajam dan tindak pidana lainnya.
Endar menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian yang terus meningkatkan intensitas patroli dan operasi di wilayah yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda. Karena itu kami melakukan pemetaan secara berkala agar langkah pencegahan dan penindakan bisa dilakukan secara tepat sasaran,” katanya.
Berdasarkan data pengungkapan, wilayah hukum Polresta Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah pengungkapan kasus terbanyak selama periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan tingginya intensitas penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus bukan semata-mata mengejar angka statistik, melainkan bagian dari upaya membangun rasa aman di tengah masyarakat. Menurutnya, keamanan merupakan faktor penting yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Timur dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional dan sesuai prosedur,” tegasnya.
Polda Kaltim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada aparat kepolisian.
Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan angka kejahatan jalanan dapat terus ditekan sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Timur tetap kondusif dan mendukung berbagai aktivitas pembangunan daerah.***
BACA JUGA
