Kapolresta Tegaskan Tidak Ada Aksi Begal di Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol. Jerrold Hendra Yoseph Kumontoy, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan maupun data yang menunjukkan adanya aksi begal di Kota Balikpapan.
Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial yang kerap mengaitkan sejumlah peristiwa kriminal dengan aksi begal.
Menurut Jerrold, Polresta Balikpapan dalam waktu dekat akan menyampaikan hasil penyelidikan sejumlah kasus yang sempat viral dan memunculkan persepsi di masyarakat seolah-olah terjadi aksi begal di wilayah kota tersebut.
“Kami perlu menyampaikan secara resmi kepada masyarakat bahwa beberapa kejadian yang selama ini dinarasikan sebagai aksi begal ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan merilis hasil pengungkapan sejumlah kasus tersebut agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh,” ujar Jerrold, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai, istilah begal kerap digunakan secara terburu-buru setiap kali terjadi tindak pidana atau peristiwa yang menimbulkan keresahan. Padahal, setelah dilakukan penyelidikan, banyak kasus yang ternyata memiliki fakta berbeda dari informasi yang beredar di masyarakat.
Salah satu contohnya adalah peristiwa yang terjadi di kawasan Balikpapan Utara dan sempat viral di media sosial. Setelah dilakukan penanganan oleh aparat kepolisian, diketahui bahwa peristiwa tersebut melibatkan seorang pria yang mengalami gangguan kejiwaan, bukan pelaku begal sebagaimana yang ramai diberitakan.
“Kasus yang terjadi kemarin di Balikpapan Utara misalnya, setelah kami cek dan tangani, ternyata bukan aksi begal. Yang bersangkutan merupakan orang dengan gangguan kejiwaan. Namun informasi yang beredar di masyarakat langsung menyebutnya sebagai begal,” jelasnya.
Kapolresta mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berasal dari media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan dan membentuk opini yang tidak sesuai dengan fakta.
Jerrold juga memastikan bahwa sejumlah kasus yang sebelumnya viral dan dikaitkan dengan aksi begal telah berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian. Hasil pengungkapan tersebut akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan upaya meluruskan informasi yang keliru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan suatu peristiwa sebagai aksi begal sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang. Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban Kota Balikpapan dengan mengedepankan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, Polresta Balikpapan berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi, serta terus menjalin kerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas kota.***
BACA JUGA
