Hari Lingkungan Hidup, PLN UID Kaltimra Berhasil Pangkas 2,2 Ton Emisi Karbon dalam Setahun

Program Bottle Up Challenge PLN Kaltimra berhasil mengumpulkan puluhan kilogram botol plastik untuk didaur ulang.
Program Bottle Up Challenge PLN Kaltimra berhasil mengumpulkan puluhan kilogram botol plastik untuk didaur ulang. Foto: PLN UID Kaltimra

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Emisi karbon berhasil ditekan hingga 2,2 ton CO2 setelah pegawai PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) rutin memilih transportasi ramah lingkungan setiap Jumat. Kebiasaan sederhana ini juga menghemat lebih dari 1.175 liter bahan bakar minyak (BBM).

Program yang dikenal sebagai Clean Energy Day tersebut mendorong pegawai menggunakan moda transportasi rendah emisi, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, kendaraan listrik, hingga transportasi umum.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN membangun budaya kerja yang lebih peduli lingkungan sekaligus mengurangi jejak karbon dari aktivitas sehari-hari.

Dari Kebiasaan Kecil Menjadi Pengurangan Emisi Nyata
Banyak upaya menjaga lingkungan sering dianggap harus dimulai dari program besar. Namun PLN Kaltimra mencoba pendekatan berbeda, yakni mengubah kebiasaan harian pegawai.

Hasilnya mulai terlihat. Hingga Jumat (5/6/2026), program Clean Energy Day tercatat berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 2,2 ton CO2 dan menghemat konsumsi BBM lebih dari 1.175 liter.

Langkah PLN UID Kaltimra Kurangi Jejak Karbon

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli menilai Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting bagi perusahaan. Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan pegawai.

“Melalui Clean Energy Day, kami mengajak seluruh insan PLN menjadi bagian dari perubahan. Memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Komitmen menjaga lingkungan tidak berhenti pada sektor transportasi. PLN Kaltimra juga menjalankan program Bottle Up Challenge yang mengajak pegawai mengumpulkan botol plastik bekas untuk didaur ulang.

Sejak berjalan pada 2025, program tersebut berhasil mengumpulkan 92,23 kilogram botol plastik yang kemudian disalurkan kepada mitra pengelola sampah, SPI Balikpapan.

Botol-botol tersebut diolah kembali menjadi produk bernilai guna sehingga mengurangi potensi sampah berakhir di lingkungan.

Program ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ekonomi sirkular yang mendorong penggunaan kembali material bekas agar memiliki nilai manfaat baru.

Pegawai Turun Langsung Bersihkan Fasilitas Umum

Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pegawai PLN Kaltimra juga turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah fasilitas umum.

Kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga ruang publik.

Menurut Chaliq, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Melalui berbagai aksi nyata ini, kami ingin membangun budaya peduli lingkungan yang tumbuh dari kesadaran setiap insan PLN. Kami percaya kolaborasi dan perubahan perilaku yang dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak positif yang besar bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.

Program transportasi ramah lingkungan, pengurangan sampah plastik, dan aksi bersih-bersih fasilitas umum terus digalakkan PLN. Langkah sederhana ini membuktikan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari.

PLN Kaltimra berharap budaya peduli lingkungan terus tumbuh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya berkembang di lingkungan kerja, tetapi juga di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses