Hotspot Kahutla Kalsel Nihil, Kalbar 134 dan Kalteng 81 Titik
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (kahutla) masih menjadi perhatian pemerintah di sejumlah wilayah. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kini menjadi titik utama pengendalian, setelah masing-masing mencatat 134 dan 81 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.
Sebaliknya, Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat nihil hotspot high confidence dalam pemantauan terbaru. Kondisi ini menjadi perkembangan positif di tengah masih tingginya ancaman karhutla di sejumlah provinsi prioritas.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan, hingga Rabu, 9 September 2026 pukul 21.04 WIB, terdapat 395 hotspot high confidence secara nasional.
Jumlah tersebut turun tipis dua titik dibandingkan hari sebelumnya.
Dari enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, sebaran hotspot high confidence tercatat:
- Kalimantan Barat: 134 titik
- Kalimantan Tengah: 81 titik
- Sumatera Selatan: 35 titik
- Riau: 15 titik
- Jambi: 4 titik
- Kalimantan Selatan: 0 titik
Kalbar Jadi Perhatian Utama
Dengan 134 hotspot high confidence, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di antara enam wilayah prioritas.
Kalimantan Tengah berada di posisi berikutnya dengan 81 titik.
Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman darat hingga dukungan operasi udara. Pemerintah dan tim gabungan terus memantau perkembangan titik panas untuk memastikan indikasi satelit dapat segera diverifikasi di lapangan.
Meski demikian, jumlah hotspot tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran.
Kementerian Kehutanan menjelaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Satu kejadian kebakaran bahkan dapat menghasilkan beberapa titik panas.
Karena itu, setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi lapangan atau groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya.
53 Armada Udara Disiagakan
Pengendalian karhutla juga diperkuat melalui operasi udara. Sebanyak 53 armada udara dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak, 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan 34 armada digunakan untuk operasi water bombing.
Pengerahan armada disesuaikan dengan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, serta faktor meteorologis.
Operasi Modifikasi Cuaca juga tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memungkinkan terbentuknya hujan guna membantu pembasahan lahan.
Pada wilayah gambut, upaya pembasahan dan pendinginan menjadi perhatian khusus. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan meski api tidak lagi terlihat sehingga proses mopping up dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.
Asap Masih Ganggu Jarak Pandang
Ancaman karhutla tidak hanya diukur dari jumlah hotspot. Dampak asap terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah.
Pemantauan kualitas udara berbasis PM2.5 menunjukkan kondisi yang masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah wilayah di Kalimantan terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan sebagian area masuk kategori berbahaya.
Kondisi tidak sehat juga masih ditemukan di sejumlah wilayah Sumatera.
Sementara itu, pemantauan meteorologi penerbangan BMKG pada Rabu, 9 September 2026 siang menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas.
Sekitar pukul 12.47 WIB, jarak pandang yang terpantau antara lain:
- Pontianak: sekitar 2 kilometer, berasap;
- Palangka Raya: sekitar 4,5 kilometer, berasap;
- Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap;
- Pekanbaru: sekitar 4 kilometer, berasap;
- Jambi: sekitar 3 kilometer, berasap;
- Banjarmasin: sekitar 9 kilometer, cerah berawan.
Kondisi Pontianak menjadi perhatian khusus karena Kalimantan Barat pada saat yang sama mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas.
Namun, jarak pandang sangat dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.
Pemerintah Perkuat Pengendalian Karhutla
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli dan penanganan karhutla.
Langkah yang dilakukan meliputi groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, hingga pendinginan.
Pemantauan terpadu juga terus dilakukan terhadap hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, curah hujan, dan jarak pandang. Seluruh indikator tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas operasi berikutnya.
Pemerintah mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email [email protected].
Sumber : Kemenhut
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
