Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Selangkah Menuju UNESCO, Kaltim Perkuat 46 Situs Warisan
KUTAI TIMUR, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat langkah menjadikan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional sebelum diarahkan menuju pengakuan UNESCO Global Geopark.
Kawasan yang membentang di Kabupaten Kutai Timur dan Berau tersebut bukan sekadar bentang alam. Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya masyarakat hingga situs prasejarah yang menjadi modal penting pengembangan kawasan berbasis konservasi dan ekonomi berkelanjutan.
Delineasi kawasan saat ini mencapai sekitar 22.011 kilometer persegi. Di dalamnya telah teridentifikasi 26 situs warisan geologi, 13 situs keragaman hayati, dan 7 situs keragaman budaya.
Secara administratif, kawasan tersebut mencakup 13 kecamatan di Kabupaten Berau dan 8 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur.
Verifikasi Geopark Nasional Sudah Dilakukan
Pemprov Kaltim terus mematangkan berbagai persyaratan menuju penetapan Geopark Nasional.
Persiapan dilakukan melalui asistensi bersama Pusat Survei Geologi, penyempurnaan dokumen rencana induk, pemutakhiran peta serta formulir penilaian mandiri.
Tahapan penting juga telah dilalui dengan verifikasi lapangan oleh Tim Verifikasi Geopark Nasional pada 6-10 Juli 2026.
Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan kawasan dari sisi pengelolaan, konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Bukan Sekadar Karst dan Batuan
Sangkulirang-Mangkalihat memiliki karakter yang jauh lebih luas dibanding sekadar kawasan geologi.
Kawasan ini mencakup bentang alam karst, hutan dan keanekaragaman hayati, gua-gua prasejarah, serta warisan budaya masyarakat yang telah berkembang secara turun-temurun.
Keberadaan berbagai warisan tersebut membuat geopark tidak hanya memiliki nilai konservasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Konsep pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci agar pemanfaatan potensi wisata dan ekonomi tidak mengorbankan warisan alam maupun budaya yang menjadi identitas Sangkulirang-Mangkalihat.
Potensi Ekonomi Harus Sejalan dengan Konservasi
Dorongan menuju Geopark Nasional hingga UNESCO Global Geopark juga menjadi peluang untuk memperkuat posisi Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi berbasis geowisata, budaya dan edukasi.
Namun, pengembangan kawasan harus berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Dengan luas kawasan mencapai lebih dari 22 ribu kilometer persegi dan puluhan situs yang telah teridentifikasi, pengelolaan yang terintegrasi menjadi tantangan sekaligus kebutuhan.
Pemprov Kaltim menegaskan komitmen untuk terus mendukung proses tersebut agar warisan geologi, alam dan budaya Sangkulirang-Mangkalihat dapat tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sangkulirang-Mangkalihat pada akhirnya bukan hanya tentang mengejar label geopark dunia. Lebih jauh, kawasan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga warisan bumi sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltim.
Sumber : Pemprov
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
