Kalimantan Tribute Memulai Etape Pertama, Peserta Mencapai Camp Sotek–Sungai Toyu

Rombongan Kalimantan Tribute mulai bergerak menapaki rute napak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996
Rombongan Kalimantan Tribute mulai bergerak menapaki rute napak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996 (foto : Novi Abdi)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Rombongan Kalimantan Tribute mulai bergerak menapaki rute napak tilas Camel Trophy Kalimantan 1996. Setelah seremoni singkat di Balikpapan, peserta mencapai Camp Sotek–Sungai Toyu di Km 53 Penajam Paser Utara, Senin pagi, sebagai titik awal rangkaian perjalanan beberapa hari ke depan.

Perjalanan tahun ini tidak hanya mengulang jejak ekspedisi 1996, tetapi juga memperkenalkan kembali karakter medan Kalimantan yang berubah dalam tiga dekade terakhir. Akses menuju Penajam kini lebih terbuka dengan hadirnya gerbang Ibu Kota Nusantara, namun kontur pedalaman tetap menyimpan tantangan yang menjadi ciri khas rute ini.

“Selamat datang, selamat menikmati camp area di tepi Sungai Toyu,” sapa pemimpin perjalanan, Greefion Kamil, kepada para peserta, termasuk sejumlah peserta asing yang mengikuti etape pembuka.

Camp Sotek–Sungai Toyu dipilih sebagai titik awal karena mewakili karakter rute Camel Trophy 1996: peralihan dari jalur beraspal menuju tanah keras hutan tanaman industri. Dari Balikpapan, rombongan bergerak dalam konvoi longgar melewati kombinasi aspal mulus Penajam dan jalur tanah yang mulai menunjukkan kontur pedalaman.

Sebagian peserta tiba bergelombang karena penyeberangan Teluk Balikpapan tidak dapat dilakukan dalam satu kali angkut. Rombongan terakhir baru menyeberang pukul 19.30 dan tiba di Penajam sekitar 22.30.

“Satu dari dua dermaga di Penajam sedang dalam perbaikan sehingga antrean bongkar-muat kapal jadi lebih lama,” kata Zainul, anak buah kapal ferry yang membawa rombongan terakhir.

Selama dua hari di Camp 53 Sotek, peserta menjalani pemeriksaan kendaraan atau scrutineering sebelum memasuki etape khusus. Pemeriksaan ini menjadi tahap penting untuk memastikan kesiapan teknis kendaraan menghadapi rute yang semakin menantang.

“Kita ingin kenalkan rintangan yang nanti akan banyak kita temui sepanjang perjalanan,” ujar Insuhendang, salah satu scout tracker Kalimantan Tribute.

Kegiatan di camp juga mencakup orientasi rute, pembagian tugas tim, serta pengarahan keselamatan. Panitia menekankan pentingnya manajemen waktu dan logistik karena beberapa segmen rute memiliki akses terbatas dan hanya dapat dilalui pada jam tertentu.

Peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bergabung dengan peserta asing yang tertarik pada sejarah Camel Trophy dan karakter medan Kalimantan. Mereka akan menempuh jalur hutan, sungai, dan perbukitan yang menjadi ikon ekspedisi 1996.

“It is a dream come true,” kata Bernard dari Marseille, Prancis, pemilik dealer Land Rover di kotanya. Land Rover dan Range Rover merupakan kendaraan resmi Camel Trophy pada masanya.

Rombongan dijadwalkan bergerak kembali setelah sesi orientasi selesai, melanjutkan perjalanan ke arah barat sebelum memasuki wilayah Kalimantan Tengah melalui Muara Teweh.

“Sebelum masuk Kalimantan Tengah, kami juga ada agenda bakti sosial, kunjungan ke sekolah terpencil di rute ini,” kata Fion.

Etape berikutnya akan membawa peserta ke jalur yang lebih teknis dengan variasi medan yang lebih menantang dibandingkan segmen awal. Rangkaian Kalimantan Tribute dirancang tidak hanya sebagai perjalanan offroad, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenang dan merasakan kembali atmosfer ekspedisi 1996 yang dikenal sebagai salah satu rute paling ikonik di Asia.

Panitia menargetkan seluruh peserta dapat menyelesaikan rute sesuai jadwal sambil menjaga aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan sepanjang perjalanan. / Novi Abdi

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses