Karhutla di Banjarmasin dan Pontianak Ganggu Penerbangan dari Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan berdampak terhadap jadwal penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Kondisi jarak pandang yang terbatas di daerah tujuan membuat sejumlah pesawat mengalami keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, mengatakan gangguan penerbangan tersebut terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir. Keterlambatan terutama terjadi pada penerbangan yang melayani rute Balikpapan menuju Banjarmasin dan Pontianak.
Menurut Iwan, kondisi jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan sendiri masih berada dalam batas aman untuk operasional penerbangan. Karena itu, keterlambatan bukan disebabkan oleh kondisi cuaca maupun jarak pandang di Balikpapan.
“Di Balikpapan visibility masih aman, masih di atas batas minimal. Jadi delay ini lebih karena kita menunggu pesawat yang datang dari daerah tujuan,” kata Iwan, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, asap akibat karhutla membuat jarak pandang di sejumlah bandara tujuan menurun, terutama pada penerbangan pagi hari. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan harus menyesuaikan aspek keselamatan penerbangan.
“Yang terdampak itu terutama penerbangan pagi karena visibility di daerah tujuan terbatas. Jadi pesawat yang seharusnya datang ke Balikpapan mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Dalam dua hingga tiga hari terakhir, keterlambatan penerbangan tercatat berkisar antara satu hingga empat jam, bergantung pada kondisi di masing-masing bandara tujuan.
Untuk rute Balikpapan-Banjarmasin, terdapat dua penerbangan yang terdampak, yakni layanan Citilink dan Wings Air. Sementara itu, satu penerbangan Batik Air dengan rute Balikpapan-Pontianak juga mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang di wilayah tujuan.
Meski demikian, tidak seluruh rute penerbangan dari Balikpapan mengalami gangguan. Penerbangan menuju Berau, misalnya, masih berlangsung normal.
Iwan menegaskan pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sejumlah daerah tujuan. Koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.
Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kelancaran penerbangan tidak hanya bergantung pada kondisi bandara asal. Gangguan di bandara tujuan dapat ikut memengaruhi rangkaian penerbangan berikutnya, termasuk jadwal keberangkatan dari Balikpapan.
Bagi penumpang, keterlambatan menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi ketika kondisi alam mengganggu jarak pandang. Di tengah kepulan asap karhutla yang melintasi sejumlah wilayah Kalimantan, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dibanding mengejar ketepatan waktu penerbangan.
Sebab, dalam penerbangan, waktu memang penting. Namun keselamatan penumpang jauh lebih utama. Seperti cinta yang bijak, ia bukan tentang memaksakan sesuatu berjalan sesuai keinginan, melainkan tentang memahami keadaan dan memilih jalan yang paling aman.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
