Keluarga Jadi Garda Terdepan, PKK Kaltim Gaungkan Pencegahan Judi Online Lewat Lomba PAAREDI
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Upaya pencegahan praktik judi online tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Peran keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam melindungi anak dan remaja dari ancaman aktivitas ilegal yang kian marak di era digital.
Semangat tersebut mengemuka dalam Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Anti Judi Online Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sebanyak 10 Tim Penggerak PKK dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur menampilkan kreativitas terbaik mereka melalui pertunjukan teatrikal edukatif yang dipadukan dengan penyampaian pesan oleh seorang komunikator. Seluruh penampilan mengangkat tema “Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mencegah dan Memberantas Judi Online.”
Beragam kisah dipentaskan untuk menggambarkan dampak buruk judi online terhadap kehidupan keluarga, kondisi ekonomi, hingga masa depan generasi muda. Melalui pendekatan seni, para peserta mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap aktivitas digital anak serta memperkuat komunikasi di lingkungan keluarga.
Program PAAREDI merupakan salah satu program unggulan Pokja I TP PKK yang berfokus pada penguatan pola asuh anak dan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain membangun literasi digital, program ini juga mendorong keluarga agar mampu mengenali berbagai ancaman di ruang digital, termasuk praktik judi online yang kini menyasar berbagai kelompok usia.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, pemerintah, dan unsur kepolisian, yakni Dr. Sri Wahyuni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Muhammad Faisal, serta Ipda Okky Surya Yuwita dari Satpolairud Polresta Samarinda.
Pemenang lomba dijadwalkan diumumkan pada puncak peringatan HKG PKK Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026).
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kalimantan Timur berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa pemberantasan judi online harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pengawasan orang tua, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif perjudian berbasis digital.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, keluarga diharapkan tidak hanya menjadi tempat tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi ruang pertama yang menanamkan nilai, karakter, serta kemampuan menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.***
Penulis : Samsul
Editor: Ramadani
BACA JUGA
