Kontur Perbukitan Jadi Pertimbangan, Bus Listrik Bacitra Tak Akan Layani Semua Rute
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Rencana penggunaan bus listrik untuk mendukung layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) tidak akan langsung diterapkan pada seluruh rute.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan masih mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang sebagian besar memiliki kontur perbukitan.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengatakan karakteristik jalan menjadi salah satu faktor penting sebelum pemerintah menentukan rute yang akan dilayani bus listrik.
Menurutnya, kendaraan listrik memiliki karakteristik operasional yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi medan yang dilalui. Karena itu, Pemkot Balikpapan tidak ingin terburu-buru menempatkan bus listrik di seluruh jalur Bacitra.
“Berdasarkan analisis kami, tidak semua jalur bisa dilintasi bus listrik,” kata Fadli, Kamis (20/8/2026).
Ia menyebut sekitar 85 persen wilayah Balikpapan memiliki kondisi perbukitan. Kondisi tersebut membuat Dishub perlu melakukan kajian terhadap kemampuan kendaraan, terutama ketika harus melintasi jalur dengan kemiringan tertentu.
Untuk tahap awal, Dishub memperkirakan bus listrik dapat dioperasikan pada rute yang relatif sesuai dengan karakteristik kendaraan. Salah satu rute yang dipertimbangkan adalah dari kawasan Lapangan Merdeka menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
“Kemungkinan bus listrik akan beroperasi dari Lapangan Merdeka sampai wilayah Bandara Sepinggan,” jelasnya.
Dishub tidak berencana langsung membeli bus listrik dalam jumlah besar. Pemerintah kota terlebih dahulu mengusulkan satu hingga dua unit sebagai tahap awal.
Menurut Fadli, jumlah tersebut cukup untuk melakukan uji coba sekaligus mengevaluasi tingkat efisiensi kendaraan. Evaluasi akan mencakup kemampuan operasional, konsumsi energi, serta biaya yang harus dikeluarkan pemerintah.
“Cukup satu sampai dua unit untuk operasional awal. Kita lihat sejauh mana efisiensinya, baik dari sisi bahan bakar maupun pajak yang lebih kecil,” ujarnya.
Hasil uji coba tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan berikutnya. Jika penggunaan bus listrik dinilai efektif dan sesuai dengan kondisi jalan di Balikpapan, pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan armada secara bertahap.
Pola Pelayanan Disesuaikan
Rencana ini disiapkan menjelang pengalihan pengelolaan Bacitra dari pemerintah pusat kepada Pemkot Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.
Masa transisi tersebut akan menjadi momentum bagi Dishub untuk menata kembali sistem transportasi publik, termasuk jenis armada dan pola pelayanan.
Fadli mengatakan penggunaan bus listrik juga sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan konsep Balikpapan Smart City. Selain mendukung efisiensi, kendaraan listrik dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan armada berbahan bakar konvensional.
“Salah satu upaya Wali Kota dalam rangka memastikan visi menuju Balikpapan Smart City dapat terwujud. Kami akan menghadirkan bus listrik yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Namun, Dishub tetap akan mengutamakan aspek pelayanan dan keselamatan penumpang dalam penerapannya. Pemilihan rute akan dilakukan berdasarkan hasil kajian agar kendaraan dapat beroperasi secara optimal.
Dengan pendekatan bertahap tersebut, Pemkot Balikpapan berharap penggunaan bus listrik dapat menjadi bagian dari modernisasi Bacitra tanpa mengabaikan karakteristik geografis kota. Evaluasi dari armada awal nantinya menjadi penentu pengembangan kendaraan listrik dalam sistem transportasi publik Balikpapan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
