MBG di Sekolah Balikpapan Disajikan Sesuai Jam Makan, Sekolah Minta Minuman Pendamping
BALIKPAPAN,Inibalikpapaj.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kota Balikpapan telah berjalan sejak Mei 2026. Pihak sekolah memastikan makanan yang diterima siswa disajikan sesuai waktu makan agar tetap layak dikonsumsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Marlina, mengatakan makanan untuk siswa diantar ke sekolah menyesuaikan jadwal belajar dan waktu istirahat. Untuk siswa yang masuk pada pagi hari, makanan datang sekitar pukul 08.00 Wita dan dikonsumsi saat jam istirahat sekitar pukul 09.00 Wita.
Sementara untuk siswa yang masuk pada siang hari, makanan diantar sekitar pukul 13.00 Wita dan langsung dibagikan kepada siswa.
“Kalau siang itu anak-anak masuk pukul 1, makanan datang pukul 1 pula, langsung kita sajikan. Karena kalau kelamaan takutnya makanan itu basi atau tidak layak makan lagi,” kata Marlina, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, pengaturan waktu tersebut penting untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Begitu makanan tiba, pihak sekolah langsung melakukan pembagian sehingga tidak terlalu lama berada di lingkungan sekolah sebelum dikonsumsi.
Untuk siswa yang mengikuti pembelajaran pada siang hari, sekolah juga mengimbau orang tua agar makan siang dilakukan di sekolah melalui program MBG. Adapun siswa yang masuk pada pagi hari tetap dianjurkan sarapan di rumah sebelum mengikuti kegiatan belajar.
Di sekolah tersebut, penerima manfaat MBG mencapai sekitar 820 siswa. Jumlah tersebut mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 6 dan disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang terdaftar di sekolah.
Tidak hanya siswa, program MBG juga diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan. Marlina menyebut jumlah seluruh pegawai di sekolah tersebut sekitar 50 orang dan semuanya turut mendapatkan makanan.
Meski pelaksanaan program berjalan, pihak sekolah masih memiliki masukan untuk penyempurnaan MBG. Salah satunya adalah penyediaan minuman sebagai pelengkap makanan yang diberikan kepada siswa.
“Masukannya mungkin diselang-selingi dengan minuman. Selama ini belum ada minumannya, hanya makanan. Kadang-kadang ada susu, tetapi tidak rutin,” ujarnya.
Ia berharap ke depan komponen minuman dapat diberikan secara lebih rutin sehingga menu MBG semakin lengkap dan dapat mendukung kebutuhan siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Marlina menilai keberlanjutan program MBG perlu dibarengi dengan evaluasi dari sekolah dan penyedia makanan. Dengan begitu, program tidak hanya memastikan anak-anak mendapatkan makanan, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang semakin baik.
Sebab, bagi anak-anak, makanan bergizi bukan sekadar soal mengenyangkan perut. Ada perhatian, kepedulian, dan harapan yang ikut disajikan di dalamnya. Ketika makanan datang tepat waktu dan dikonsumsi dengan baik, ada satu bentuk cinta sederhana yang sedang ditanamkan: memastikan generasi muda tumbuh sehat untuk menyambut masa depan.
“Kalau bisa ke depannya ada minuman juga,” kata Marlina.
Program MBG sendiri telah diterima sekolah tersebut sejak Mei. Pihak sekolah berharap pelaksanaannya terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan di lapangan, termasuk memperhatikan kelengkapan menu dan ketepatan waktu distribusi.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
