MBG Ringankan Beban Orang Tua di Balikpapan Barat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menghadirkan makanan bagi anak-anak sekolah. Bagi sebagian orang tua di Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, program tersebut juga menjadi jawaban atas persoalan sederhana yang selama ini kerap terlewat: memastikan anak sarapan sebelum memulai aktivitas belajar.
Ketua Komite SDN 001 Balikpapan Barat H. Aswad mengatakan, para orang tua murid menyambut baik pelaksanaan program MBG. Menurut dia, manfaat program tersebut terasa langsung, terutama bagi keluarga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pekerjaan informal.
“Orang tua murid pada senang dan menerima program ini. Ini sangat menyentuh masyarakat, apalagi rata-rata masyarakat kami merupakan pekerja nonformal,” kata Aswad.
Menurut Aswad, aktivitas pekerjaan yang harus dimulai sejak pagi membuat sebagian orang tua tidak selalu memiliki waktu untuk menyiapkan sarapan bagi anak-anak mereka.
Kondisi tersebut membuat kehadiran MBG menjadi sesuatu yang dinilai penting. Anak-anak tetap mendapatkan asupan makanan sebelum menjalani kegiatan belajar di sekolah, sementara orang tua dapat lebih fokus menjalankan pekerjaan mereka.
“Pagi mereka harus berurusan dengan pekerjaan. Anak kadang tidak sempat sarapan. Karena itu, program ini sangat disenangi masyarakat, terutama masyarakat Kelurahan Baru Ulu,” ujarnya.
Bagi keluarga pekerja informal, waktu menjadi sesuatu yang berharga. Ketika orang tua harus berangkat bekerja sejak pagi, persoalan sarapan anak terkadang menjadi bagian dari rutinitas yang sulit dipenuhi secara konsisten.
Di titik itulah, kata Aswad, MBG tidak sekadar dipandang sebagai program pemberian makanan. Program tersebut menjadi bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh keluarga.
Ia berharap program MBG dapat terus dilanjutkan dan pelaksanaannya semakin disempurnakan. Salah satu hal yang menurutnya perlu diperhatikan adalah penyediaan minuman sebagai pelengkap makanan yang diterima para siswa.
“Harapan kami program ini ditindaklanjuti dan dilanjutkan terus. Barangkali seperti yang disampaikan kepala sekolah, bisa ditambah dengan minumannya,” kata Aswad.
Ia menyebut sebagian siswa tidak terbiasa membawa minuman sendiri dari rumah. Karena itu, penyediaan minuman dinilai dapat melengkapi kebutuhan anak ketika menerima makanan bergizi di sekolah.
Harapan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari makanan yang sampai ke tangan siswa. Lebih jauh, program itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata yang muncul dalam keseharian keluarga.
Di tengah kesibukan orang tua mencari nafkah, sepiring makanan bergizi di sekolah dapat menjadi bentuk perhatian sederhana yang berarti. Bagi anak-anak, makanan itu mungkin hanya terlihat sebagai menu makan siang atau sarapan. Namun bagi orang tua, MBG menjadi rasa tenang bahwa anak mereka tidak memulai hari dengan perut kosong.
Sebab, perhatian kepada anak sering kali hadir bukan melalui kata-kata besar, melainkan melalui hal-hal sederhana: memastikan mereka makan, sehat, dan memiliki tenaga untuk belajar serta mengejar cita-cita.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
