Mo Salah Tutup Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak, Isyaratkan ‘Last Dance’?

Mesir kembali bertumpu pada kapten sekaligus bintang mereka, Mohamed Salah. (Foto: Olympics)

ATLANTA, inibalikpapan.com – Mohamed Salah meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak meski langkah Mesir terhenti di babak 16 besar. Penyerang Liverpool itu belum memastikan akan tampil lagi di Piala Dunia berikutnya, namun mengakui laga melawan Argentina bisa saja menjadi “last dance”-nya bersama The Pharaohs di panggung terbesar sepak bola dunia.

Mesir harus mengakhiri perjalanan setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Argentina di Atlanta Stadium, Selasa (8/7/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol, Mesir gagal mempertahankan keunggulan setelah Argentina mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Sebelum pertandingan, Salah sempat ditanya siapa pemain yang ingin ia ajak menjalani “last dance” di Piala Dunia. Tanpa ragu, pemain berusia 34 tahun itu menyebut Lionel Messi. Takdir kemudian mempertemukan keduanya dalam duel babak 16 besar yang menjadi salah satu pertandingan terbaik di Piala Dunia 2026.

Salah tampil sebagai inspirasi Mesir. Ia memimpin serangan balik cepat yang berujung gol kedua timnya melalui Zico, sekaligus membawa Mesir unggul 2-0 atas Argentina.

Namun keunggulan itu sirna setelah Argentina bangkit melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-92.

Meski gagal melangkah ke perempat final, Salah menegaskan kebanggaannya terhadap pencapaian Mesir yang untuk pertama kalinya berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.

“Saya tidak tahu apakah ini tarian terakhir saya, tetapi selalu menjadi sebuah kehormatan mengenakan seragam ini. Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama anak-anak, agar percaya mereka juga bisa melangkah jauh. Saya ingin mereka melihat saya sebagai sumber inspirasi. Kesuksesan bukan hanya milik satu orang, dan keberhasilan orang lain tidak mengurangi keberhasilan saya sendiri,” kata Salah.

Meski gagal melanjutkan langkah, Mesir mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Selain untuk pertama kalinya lolos ke fase gugur, mereka juga sukses meraih kemenangan perdana di babak knockout sebelum akhirnya tersingkir secara dramatis oleh sang juara bertahan.

Sementara itu, Messi masih menjaga mimpi Argentina mempertahankan gelar juara dunia. Kapten La Albiceleste mengaku bangga dengan mental timnya yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol.

“Apa yang dilakukan skuad ini luar biasa. Bangkit dari ketertinggalan 2-0 dalam pertandingan sistem gugur, apalagi di Piala Dunia yang penuh kejutan seperti sekarang, menunjukkan karakter tim ini. Skuad ini terus berjuang dan tidak pernah menyerah. Ini menjadi kelegaan besar bagi kami semua. Penalti yang gagal memang menyakitkan, tetapi comeback ini menunjukkan karakter kami dan membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari tim ini,” ujar Messi.

Bagi Salah, apakah laga tersebut benar-benar menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia masih menjadi tanda tanya. Jika ingin tampil pada edisi 2030, Mesir terlebih dahulu harus memastikan tiket lolos ke putaran final. Namun, apa pun keputusannya nanti, penyerang Liverpool itu sudah meninggalkan jejak penting dalam sejarah sepak bola Mesir lewat perjalanan bersejarah di Piala Dunia 2026.***

Penulis: Donny Moslem

Sumber: FIFA

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses