Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei / niice

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Sebuah laporan eksklusif dari Iran International dan The New York Times mengungkapkan dinamika besar yang tengah terjadi di jantung kekuasaan Iran.

Majelis Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan telah memilih Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya di bawah tekanan kuat dari Garda Revolusi (IRGC).

Keputusan ini diambil dalam pertemuan tertutup para ulama senior pada Selasa (3/3/2026). Meski informasi ini belum diumumkan secara publik, para pejabat Iran menyebut Mojtaba sebagai kandidat tunggal terkuat untuk mengisi kekosongan kekuasaan di tengah situasi perang.

Kecepatan dan Kendali

Penunjukan Mojtaba disebut bukan merupakan suksesi rutin, melainkan sebuah “keputusan masa perang” yang dibentuk oleh aparat keamanan. Prioritas utama Iran saat ini adalah mencegah kekosongan kepemimpinan saat negara tersebut menghadapi serangan dari luar.

Laporan menyebutkan bahwa pengumuman resmi terkait terpilihnya Mojtaba baru akan dilakukan setelah prosesi pemakaman Ali Khamenei selesai dilaksanakan.

Mengapa IRGC Memilih Mojtaba?

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menjadi motor penggerak di balik pencalonan Mojtaba. Ada dua alasan krusial: Kendali dan Legitimasi.

  • Kendali: IRGC membutuhkan rantai komando yang utuh untuk mencegah perpecahan di tingkat atas dan mengoordinasikan pasukan keamanan guna menghentikan perebutan kekuasaan internal.
  • Legitimasi: Dalam lingkup basis inti rezim (politisi garis keras dan jaringan setia), Mojtaba dianggap sebagai simbol kontinuitas langsung dari ayahnya. Sistem dianggap tetap stabil selama berada di tangan keluarga Khamenei.

Sosok di Balik “Beit”

Mojtaba bukan orang baru dalam lingkaran kekuasaan. Selama dua dekade terakhir, ia secara efektif telah mengelola Beit (kantor Pemimpin Tertinggi), yang merupakan inti dari negara itu sendiri.

Beit memegang kendali atas tuas keamanan, politik, dan keuangan utama di Iran, sementara pemerintah dan presiden terpilih seringkali dipandang hanya sebagai fasad dengan kekuasaan terbatas.

Hubungan Mojtaba dengan IRGC telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun. Ia menjadi saluran komunikasi utama antara ayahnya dan komando elit Garda Revolusi, menjadikannya figur yang sangat dipercaya oleh militer.

Dunia Menanti Pengumuman Resmi

Langkah ini diprediksi akan menimbulkan pertanyaan serius terkait prosedur konstitusional suksesi di Iran. Namun, bagi aparat keamanan Iran, stabilitas internal di tengah krisis regional jauh lebih penting daripada prosedur formal.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Teheran, menanti konfirmasi resmi yang akan menentukan arah masa depan geopolitik di Timur Tengah. / tbsnews

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses