Kelompok Tani Karya Bina Bersama Jadi Penopang Produksi Padi Balikpapan Timur
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Di tengah pesatnya pembangunan Kota Balikpapan, hamparan sawah di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, masih bertahan menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan daerah.
Di kawasan inilah Kelompok Tani Karya Bina Bersama terus menjaga produktivitas pertanian padi yang selama ini menjadi andalan masyarakat setempat.
Aktivitas pertanian di wilayah tersebut berlangsung secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah tantangan alih fungsi lahan serta persoalan hama. Salah seorang anggota kelompok tani, Nasir, mengatakan dirinya mulai aktif bertani sejak 2007 dan hingga kini masih mengelola sawah bersama para petani lainnya di Gunung Binjai.
“Kalau tidak salah saya mulai tahun 2007,” ujar Nasir saat ditemui di area persawahan Gunung Binjai, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, petani di kawasan tersebut mampu melakukan panen padi dua kali dalam setahun. Dalam sekali panen, hasil produksi rata-rata mencapai sekitar lima ton per hektare. Meski belum setinggi daerah sentra pertanian besar seperti di Pulau Jawa maupun Sulawesi, hasil tersebut dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal di Balikpapan.
“Rata-rata sekitar lima ton sekali panen,” katanya.
Harga Normal dan Stabil
Saat ini, luas lahan persawahan yang dikelola Kelompok Tani Karya Bina Bersama mencapai sekitar 40 hektare. Seluruh hasil panen petani dipasarkan melalui Bulog dengan harga gabah berkisar Rp6.000 hingga Rp6.500 per kilogram.
Nasir menilai harga gabah relatif stabil sehingga masih memberikan kepastian bagi petani untuk terus bertahan mengelola sawah. “Selama ini hasil panen masuk ke Bulog. Harganya normal dan stabil,” ujarnya.
Meski demikian, para petani masih menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama serangan hama tikus yang kerap mengganggu produktivitas tanaman padi. Hingga kini, petani masih mengandalkan racun tikus untuk mengurangi serangan hama karena keterbatasan alat pengendalian yang lebih efektif.
“Kalau kendala di sini memang banyak hama tikus. Kami belum punya alat yang memadai untuk penanganannya,” ungkap Nasir.
Di sisi lain, kondisi pengairan sawah di kawasan Gunung Binjai disebut masih cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan air pertanian. Faktor tersebut menjadi salah satu penunjang keberlangsungan produksi padi di wilayah Balikpapan Timur.
Di kawasan Gunung Binjai sendiri terdapat lima kelompok tani. Namun, saat ini hanya Kelompok Tani Karya Bina Bersama yang masih aktif mengelola lahan persawahan secara optimal.
Para petani berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus diperkuat, baik melalui bantuan alat pertanian, pengendalian hama, maupun pendampingan bagi petani. Dukungan itu dinilai penting agar kawasan persawahan di Gunung Binjai tetap produktif dan mampu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Kota Balikpapan di masa mendatang.***
BACA JUGA
