Lapangan Gas Karamba Mulai Berproduksi, Pasokan Energi Kilang Balikpapan Kini Makin Kuat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Lapangan Gas Karamba di Kalimantan Timur resmi menghasilkan gas pertama. Selain memperkuat pasokan energi untuk Kilang Balikpapan, proyek yang rampung hanya dalam 25 bulan ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan industri dan ekonomi daerah.
Kilang Balikpapan mendapat tambahan pasokan energi setelah PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) berhasil mencapai First Gas atau gas pertama dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.
Produksi dari lapangan tersebut akan menyalur ke Kilang Unit V Balikpapan melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia bersama PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Pada tahap awal, produksi gas mencapai 4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan ditargetkan meningkat hingga 7,35 MMscfd pada kuartal IV tahun 2026.
Dari Cadangan 64 Miliar Kaki Kubik Menjadi Energi untuk Industri
Lapangan Karamba bukan proyek migas biasa. Lapangan ini memiliki cadangan gas mencapai 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) kategori proven and probable reserves (2P).
Potensi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan energi bagi sektor industri yang terus berkembang di Kalimantan Timur, termasuk kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan tambahan pasokan gas domestik, kebutuhan energi industri di Balikpapan dan sekitarnya harapanya akan semakin terjamin tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Salah satu hal yang menonjol dari proyek ini adalah kecepatan pengerjaannya.
Sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) pada April 2024, proyek Karamba berhasil mencapai tahap produksi hanya dalam waktu sekitar 25 bulan.
Pengembangannya mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pemasangan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 juga menunjukkan hasil positif dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd.
Buka Peluang Kerja dan Pengembangan Migas Baru
Selain menambah pasokan energi nasional, proyek Karamba turut memberikan dampak ekonomi melalui pemanfaatan komponen dalam negeri, penggunaan infrastruktur eksisting, serta penyerapan tenaga kerja selama masa pembangunan.
Keberhasilan proyek ini juga membuka peluang pengembangan lapangan migas baru di wilayah daratan Cekungan Kutai yang selama ini menjadi salah satu kawasan strategis energi di Kalimantan Timur.
Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan karena Karamba merupakan proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang menggunakan skema fast-track development.
“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
SKK Migas: Karamba Percepat Produksi Gas Nasional
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi keberhasilan proyek Karamba yang mampu mencapai target gas pertama sesuai jadwal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara kontraktor migas, pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia mampu mempercepat produksi sekaligus meningkatkan efisiensi investasi.
Proyek Karamba mulai memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan akan resmi onstream pada 24 Juni 2026.
Lapangan Gas Karamba hadir tidak hanya menambah pasokan energi untuk Kilang Balikpapan, tetapi juga memperkuat posisi Kalimantan Timur menjadi pusat energi nasional. Di tengah pertumbuhan industri dan pembangunan IKN, tambahan produksi gas ini menjadi fondasi penting untuk menjaga ketersediaan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.***
Sumber: SKK Migas
Editor: Rizki
BACA JUGA
