Pemerintah Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Gempa NTT, Dana Daerah Dilarang Dipakai di Luar Penanganan Bencana

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 53 orang dan menyebabkan 137 warga mengalami luka-luka. Ribuan warga masih mengungsi, sementara ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak. (Foto: BNPB)
Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 53 orang dan menyebabkan 137 warga mengalami luka-luka. Ribuan warga masih mengungsi, sementara ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak. (Foto: BNPB)

NAGEKEO, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menggelontorkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk memperkuat penanganan gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana tersebut ditegaskan harus digunakan khusus untuk penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak, bukan untuk kebutuhan lain.

Bantuan Rp200 miliar itu terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores.

Delapan kabupaten tersebut adalah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Komitmen bantuan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

BNPB Pastikan Dana Rp20 Miliar per Kabupaten Sudah Diterima

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan bantuan Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak telah diterima pemerintah daerah.

Menurut Suharyanto, dana tersebut menjadi dukungan penting bagi daerah untuk mempercepat penanganan dampak gempa.

“Untung Pak Presiden memberikan bantuan 20 miliar itu, sehingga itu sangat membantu pada pemerintah daerah,” ujar Suharyanto, dikutip dari laman Setneg.

Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak boleh dialihkan untuk kepentingan lain di luar penanganan bencana.

“Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” tegasnya.

Penegasan tersebut menjadi sorotan karena pemerintah pusat ingin memastikan dana bantuan segera berdampak langsung terhadap penanganan gempa dan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang terdampak dan masih membutuhkan dukungan darurat.

Gubernur NTT: Bantuan Sangat Membantu Pengungsi

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan Rp200 miliar yang diberikan pemerintah pusat.

Ia menilai bantuan tersebut memperkuat kemampuan pemerintah provinsi dan delapan kabupaten di Pulau Flores untuk memaksimalkan penanganan bencana, termasuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ujar Melkiades.

Dengan skema tersebut, pemerintah pusat memberikan ruang fiskal tambahan bagi daerah terdampak untuk bergerak lebih cepat dalam menangani dampak gempa.

Prabowo Soroti Pentingnya Lumbung Cadangan Bencana

Selain mengucurkan bantuan tunai, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi keadaan darurat.

Menurut Presiden, gubernur dan bupati pada dasarnya perlu memiliki gudang atau lumbung cadangan logistik sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana.

Jika kesiapan tersebut belum tersedia secara optimal, pemerintah pusat akan membantu mendorong penyediaannya.

“Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan,” ujar Presiden Prabowo.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan gempa NTT tidak hanya diarahkan pada respons darurat, tetapi juga penguatan kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana berikutnya.

Bantuan Rp200 miliar untuk NTT sekaligus menjadi penegasan dua agenda pemerintah: mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa dan membangun sistem cadangan logistik yang lebih kuat di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses