Keluar dari Pelatnas, Jonatan Christie Tetap Siap Bela Indonesia di Asian Games 2026

Jonatan Christie Juara Denmark Open 2025 / foto : Badminton Talk

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Status sebagai pemain profesional tidak membuat Jonatan Christie menjauh dari kepentingan tim nasional. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu menegaskan tetap siap mengenakan jersey Merah Putih apabila dipercaya memperkuat Indonesia pada Asian Games 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Jonatan saat menjadi bintang tamu bersama legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, dalam pembukaan Bayan Open 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Selasa (25/8/2026) sore.

Jonatan yang kini tidak lagi berada di bawah naungan Pelatnas PBSI mengaku tidak akan menutup pintu jika mendapat panggilan untuk memperkuat Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

“Kalau diminta, saya siap untuk bela Indonesia,” ujar Jonatan.

Kesiapan itu disampaikan di tengah belum diumumkannya susunan lengkap skuad bulu tangkis Indonesia untuk Asian Games 2026. Bagi Jonatan, kesempatan membela negara merupakan sesuatu yang berbeda dengan statusnya sebagai pemain profesional.

Ia sebelumnya juga mengaku telah mendapat pertanyaan serupa ketika berada di Jakarta. Saat itu, Jonatan menyampaikan bahwa dirinya siap apabila dipercaya masuk dalam tim Indonesia.

“Waktu itu sempat dikabarin, diminta, dan saya siap untuk bela Indonesia,” katanya.

Pemain Profesional

Menariknya, perjalanan Jonatan sebagai pemain profesional justru diwarnai pencapaian penting di level dunia. Setelah meninggalkan Pelatnas, ia mampu menembus posisi puncak ranking dunia.

Jonatan tidak menampik bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang telah dijalaninya sejak berada di Pelatnas. Sistem pembinaan yang diterimanya selama menjadi bagian dari tim nasional menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan kariernya.

“Enggak dipungkiri bukan hanya karena setelah keluar dari Pelatnas. Yang pasti ada sumbangsih juga ketika saya di dalam. Tapi mungkin rezekinya pas setelah sudah keluar. Jadi bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Tuhan,” tutur Jonatan.

Setelah memilih jalur profesional, Jonatan kemudian membangun sistem pendukung sendiri. Ia mempertahankan sejumlah pola kerja yang selama ini dijalankan ketika berada di Pelatnas, tetapi menyesuaikannya dengan kebutuhan pribadi.

Menurut dia, tim yang kini mendukung kariernya memiliki fungsi yang relatif sama dengan sistem di Pelatnas, mulai dari tim gizi, pelatih fisik hingga pelatih teknik.

“Kalau ditanya support system, kurang lebih hampir sama seperti yang ada di dalam PBSI. Dari segi tim gizi, tim pelatih fisik, pelatih teknik, semua kurang lebih mirip-mirip. Tinggal mungkin karena hire sendiri, jadi spesifikasinya untuk diri sendiri,” jelasnya.

Bagi Jonatan, perjalanan sebagai pemain profesional bukan alasan untuk melupakan Merah Putih. Justru, pengalaman dan kemandirian yang dibangunnya setelah keluar dari Pelatnas menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang atlet.

Kini, jika namanya kembali dipercaya masuk skuad Indonesia untuk Asian Games 2026, Jonatan siap menjawab panggilan tersebut.

Sebab, pada akhirnya, cinta kepada tanah air tidak selalu ditentukan oleh tempat seorang atlet berlatih. Ketika Merah Putih memanggil, kesempatan untuk berjuang membawa nama Indonesia tetap menjadi kehormatan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses