Sumur Bor TNI AD Bantu Warga Traktor VI Balikpapan Timur

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kehadiran sumur bor melalui program TNI AD Manunggal Air membawa harapan baru bagi warga di Jalan Traktor VI, RT 08, Balikpapan. Selama musim kemarau, sebagian warga sebelumnya terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut disampaikan warga saat Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meninjau titik TNI AD Manunggal Air di Jalan Traktor VI, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), serta jajaran Kodam VI/Mulawarman atas pembangunan sumur bor yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah seorang warga RT 08, Hermawati, mengatakan keberadaan sumur bor sangat membantu warga, terutama ketika musim kemarau tiba.

“Kalau musim kemarau, kami sebelumnya menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sumur bor ini,” ujar Hermawati.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat.

“Selama kurang lebih delapan bulan saya menjabat sebagai Pangdam VI Mulawarman, alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dengan masyarakat. Berdasarkan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan program TNI Angkatan Darat yang dimotori Kasad, kami langsung melaksanakan berbagai pembangunan,” kata Krido.

Menurut dia, pembangunan tersebut tidak hanya berupa sumur bor, tetapi juga mencakup sejumlah infrastruktur seperti jembatan beton, jembatan perintis, hingga jembatan Aramco.

Khusus program pengeboran air, Kodam VI Mulawarman telah membangun 179 titik sumur bor di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 titik berada di Kalimantan Timur, termasuk 11 titik di Kota Balikpapan.

Krido berharap fasilitas air tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Air juga dapat digunakan untuk konsumsi setelah melalui proses pengolahan yang baik.

“Semoga dengan adanya air ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sehari-hari. Semua ini merupakan bagian dari tugas kita bersama dalam menjalankan program pemerintah,” ujarnya.

Selain meninjau fasilitas air, Krido juga menerima aspirasi warga mengenai pembangunan masjid di lingkungan RT 08. Warga, Rita, menyampaikan pembangunan rumah ibadah tersebut dilakukan secara gotong royong dan swadaya masyarakat, tetapi masih membutuhkan dukungan dana.

Merespons permintaan tersebut, Krido memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu melanjutkan pembangunan masjid.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat digunakan untuk melanjutkan pembangunan masjid,” kata Krido.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar soal air bersih maupun dukungan pembangunan rumah ibadah. Ada pesan sederhana tentang kepedulian: ketika kebutuhan dasar masyarakat diperhatikan, hubungan antara aparat dan warga pun tumbuh melalui gotong royong dan rasa kemanusiaan.

Di tengah pembangunan kota, cinta kepada masyarakat kadang hadir dalam bentuk yang sederhana seperti air yang mengalir dan uluran tangan yang membantu.***

Penulis : Samsul/Pendam VI Mulawarman

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses