Penyandang Disabilitas Dorong JMF Balikpapan Hadirkan Kesempatan Kerja yang Inklusif

Job Market Fair di Balikpapan diharapkan bisa mengakomodasi para penyandang disabilitas.(Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Penyelenggaraan Job Market Fair (JMF) 2026 di Kota Balikpapan diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, bursa kerja tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan proses rekrutmen yang inklusif dan memberikan peluang yang setara bagi seluruh masyarakat.

Harapan itu disampaikan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Balikpapan, Sugianto. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Karena itu, pelaksanaan Job Market Fair perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi kelompok disabilitas untuk mengikuti proses rekrutmen.

“Saya berharap Job Market Fair benar-benar menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada teman-teman penyandang disabilitas. Jangan hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi benar-benar membuka ruang agar mereka dapat bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujar Sugianto.

Ia mengatakan aksesibilitas dalam pelaksanaan JMF menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Selain menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas, perusahaan peserta juga diharapkan membuka formasi pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan para pencari kerja disabilitas.

Menurut Sugianto, regulasi mengenai penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas sebenarnya sudah jelas. Pemerintah diwajibkan memenuhi kuota minimal 2 persen tenaga kerja penyandang disabilitas, sedangkan perusahaan swasta memiliki kewajiban sedikitnya 1 persen. Namun, implementasi di lapangan dinilai masih belum maksimal.

“Aturan sudah ada, tinggal bagaimana komitmen semua pihak untuk benar-benar melaksanakannya. Yang dibutuhkan teman-teman disabilitas bukan belas kasihan, tetapi kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan,” katanya.

Ia menilai masih banyak perusahaan yang lebih berfokus pada keterbatasan fisik dibandingkan kompetensi calon pekerja. Padahal, banyak penyandang disabilitas memiliki keterampilan, pengalaman, hingga pendidikan yang memadai untuk mengisi berbagai posisi pekerjaan.

“Di balik keterbatasan, teman-teman disabilitas memiliki potensi dan kemampuan. Yang sering menjadi persoalan adalah kurangnya kesempatan untuk membuktikan diri,” ungkapnya.

Beri Manfaat Individu

Sugianto juga mendorong perusahaan membangun budaya kerja yang lebih inklusif. Menurutnya, keberadaan pekerja disabilitas tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang bekerja, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman, kesetaraan, dan saling menghormati.

Ia turut menyoroti praktik yang masih kerap terjadi, yakni perusahaan hanya memberikan kesempatan magang selama tiga hingga enam bulan kepada penyandang disabilitas tanpa adanya kejelasan untuk diangkat sebagai pegawai tetap.

“Kalau memang mampu dan memenuhi kualifikasi, berikan kesempatan yang sama untuk menjadi karyawan tetap. Penilaian harus didasarkan pada kemampuan, bukan pada kondisi fisik,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperbarui pendataan penyandang disabilitas di Kota Balikpapan. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada kelompok disabilitas, termasuk mendorong perusahaan membuka lebih banyak peluang kerja.

Melalui penyelenggaraan Job Market Fair tahun ini, Sugianto berharap komitmen menciptakan kesempatan kerja yang setara benar-benar diwujudkan dalam praktik. Baginya, pekerjaan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga sarana untuk membangun kemandirian, meningkatkan martabat, dan membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama untuk berkarya serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Balikpapan.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses