UMKM Kuliner Meriahkan Festival di Balikpapan, IWSS Hadirkan Cita Rasa Khas Sulawesi Selatan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Beragam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memeriahkan penyelenggaraan festival yang berlangsung di Balikpapan pada 14–20 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 23.00 Wita itu menjadi ruang promosi sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha lokal dan komunitas untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.
Salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung adalah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS). Melalui stan kuliner, organisasi tersebut menghadirkan berbagai makanan khas Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Perwakilan IWSS, Ratnasari Halim, mengatakan stan mereka menawarkan beragam menu tradisional seperti pallumara, pisang ijo, buras, hingga coto Makassar. Selain kuliner khas daerah. Pengunjung juga dapat menikmati aneka makanan ringan yang disiapkan untuk berbagai kalangan.
“Di stan kami ada dua pelaku UMKM. Selain makanan khas Sulawesi Selatan, ada juga produk yang sedang diminati anak-anak muda, yaitu es krim cemil, serta berbagai macam camilan lainnya,” ujar Ratnasari.
Menurutnya, kehadiran festival seperti ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan penjualan. Interaksi langsung dengan pengunjung juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk menerima masukan terhadap produk yang dipasarkan.
Pelaku Usaha Kecil
Ratnasari berharap kegiatan serupa dapat semakin sering diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Ia menilai keberadaan event menjadi salah satu cara efektif untuk menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha kecil.
Namun demikian, ia berharap biaya partisipasi dalam setiap kegiatan dapat disesuaikan dengan kemampuan UMKM. Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap pengembangan sehingga membutuhkan dukungan melalui penyediaan lokasi promosi yang terjangkau.
“Kami berharap ke depan semakin banyak event untuk UMKM. Kalau bisa tempatnya gratis atau kalau berbayar, biayanya disesuaikan dengan kemampuan pelaku UMKM. Dengan begitu, kami bisa lebih fokus mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya yang besar,” katanya.
Festival UMKM di Balikpapan tidak hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya melalui ragam kuliner tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran komunitas seperti IWSS menunjukkan bahwa makanan khas daerah tetap memiliki daya tarik di tengah berkembangnya tren kuliner modern.
Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak UMKM mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran. Serta memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
