Survei BI Ungkap Optimisme Konsumen Balikpapan Tetap Bertahan Meski Ada Tekanan Ekonomi

Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi (foto : Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Keyakinan masyarakat Balikpapan terhadap kondisi ekonomi masih bertahan pada level optimistis sepanjang triwulan II 2026. Meski sempat diwarnai penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan LPG nonsubsidi serta mulai berkurangnya aktivitas proyek kilang RDMP, mayoritas warga tetap memandang kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan ke depan secara positif.

Hal itu terungkap dalam hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan yang dirilis pada Kamis (2/7/2026). Rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 tercatat 123,7, masih berada di atas level optimistis (100), meski lebih rendah dibanding triwulan I 2026 yang mencapai 132,3.

Optimisme Masih Bertahan Setelah Lebaran

Bank Indonesia menilai optimisme masyarakat tetap terjaga setelah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Meskipun terjadi penyesuaian harga energi nonsubsidi, konsumen masih percaya kondisi ekonomi saat ini cukup baik dan prospeknya dalam enam bulan mendatang tetap menjanjikan.

Optimisme tersebut ditopang persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus harapan terhadap perkembangan ekonomi ke depan.

Kelompok Pengeluaran Rp2–3 Juta Paling Optimistis

Berdasarkan kelompok pengeluaran, tingkat optimisme tertinggi berasal dari masyarakat dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Kelompok ini mencatat rata-rata IKK sebesar 144,2.

Posisi berikutnya ditempati kelompok pengeluaran Rp7 juta hingga Rp8 juta dengan IKK 132,2, disusul kelompok Rp4 juta hingga Rp5 juta yang mencapai 130,6.

Sementara dari sisi usia, kelompok responden 20–30 tahun menjadi yang paling optimistis dengan indeks 137,2, diikuti kelompok usia 40–50 tahun.

Persepsi Ekonomi Saat Ini Masih Positif

Bank Indonesia juga mencatat Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) sepanjang triwulan II 2026 berada di level 115,2, yang menunjukkan masyarakat masih menilai kondisi ekonomi saat ini lebih baik dibanding enam bulan sebelumnya.

Tiga komponen utama penyusun IKE seluruhnya masih berada pada zona optimistis, yakni:

  • Indeks penghasilan saat ini sebesar 135,7
  • Indeks ketersediaan lapangan kerja sebesar 106,3
  • Indeks pembelian barang tahan lama sebesar 103,7

Meski dua indikator terakhir sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya, peningkatan persepsi terhadap pendapatan berhasil menjaga optimisme masyarakat.

Harapan Enam Bulan Mendatang Tetap Cerah

Optimisme terhadap masa depan juga masih cukup tinggi. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 132,1.

Nilai tersebut ditopang oleh ekspektasi masyarakat terhadap:

  • kegiatan usaha sebesar 123,3
  • penghasilan sebesar 142,7
  • ketersediaan lapangan kerja sebesar 130,3

Artinya, mayoritas responden masih meyakini kondisi ekonomi akan tetap membaik dalam enam bulan mendatang.

RDMP Mulai Berkurang, Tapi Peluang Kerja Baru Muncul

Dalam laporannya, Bank Indonesia menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi dinamika keyakinan konsumen pada triwulan II 2026.

Salah satunya adalah proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang kini memasuki tahap penyelesaian. Berkurangnya aktivitas konstruksi menyebabkan jumlah pekerja proyek mulai menurun, sehingga berdampak pada omzet sejumlah pelaku usaha yang selama ini bergantung pada aktivitas proyek tersebut.

Di sisi lain, optimisme masyarakat tetap terjaga karena sebagian responden mengaku memperoleh tambahan pendapatan melalui bonus, insentif, kenaikan gaji, lembur maupun peningkatan omzet usaha.

Peluang kerja baru juga mulai bermunculan, terutama melalui bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), berkembangnya usaha kafe dan laundry, serta aktivitas konstruksi yang masih berlangsung pada sejumlah proyek lain di Balikpapan.

Bank Indonesia menilai kombinasi berbagai faktor tersebut membuat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Balikpapan tetap berada pada level yang kuat, meski menghadapi sejumlah tantangan pada triwulan II tahun ini.***

Penulis: Samsul

Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses