Pengerukan Waduk Manggar Dipercepat, Pemkot Antisipasi Kemarau Panjang
BALIKPAPAN,Inibalikpapan com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman musim kemarau panjang dengan meningkatkan kapasitas tampungan air di Waduk Manggar.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengerukan sedimentasi dan pembersihan gulma yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV sejak Juli 2026.
Waduk Manggar merupakan salah satu sumber utama air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan. Karena itu, kondisi dan kapasitas tampungan waduk menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika curah hujan mengalami penurunan dan pasokan air mulai berkurang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Rita, mengatakan pengerukan sedimentasi menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi waduk. Endapan material yang menumpuk dalam waktu lama dinilai telah mengurangi sebagian ruang tampungan air.
“Belum sepenuhnya area waduk yang terdapat sedimentasi dikeruk. Namun, setidaknya pengerukan ini sudah berhasil menambah kapasitas tampungan air,” ujar Rita, Kamis (20/8/2026).
Menurut Rita, pengerukan dilakukan untuk mengembalikan sebagian ruang tampungan yang sebelumnya tertutup sedimentasi. Dengan bertambahnya kapasitas, air yang masuk ke waduk diharapkan dapat ditampung lebih optimal, khususnya ketika hujan kembali turun.
Selain pengerukan, BWS Kalimantan IV juga melakukan pembersihan gulma di kawasan Waduk Manggar. Pemeliharaan tersebut diperlukan untuk menjaga kondisi waduk sekaligus mendukung fungsi kawasan sebagai infrastruktur penyedia air baku.
“Pengerukan sedimentasi ini penting untuk mengembalikan sebagian kapasitas tampungan air yang sempat berkurang akibat endapan material,” katanya.
Rita menjelaskan, pekerjaan pengerukan saat ini belum mencakup seluruh titik yang mengalami sedimentasi. Meski demikian, hasil yang telah dilakukan memberikan tambahan kapasitas tampungan dan menjadi bagian dari mitigasi menghadapi kemungkinan kemarau yang berlangsung lebih lama.
Jaga Air Baku
Pemkot Balikpapan berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air baku di tengah potensi penurunan curah hujan. Apalagi kebutuhan air masyarakat tetap berjalan dan harus dipenuhi meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.
“Sinergi dengan BWS Kalimantan IV ini untuk mengembalikan fungsi optimal waduk dalam menyediakan air baku, terutama saat curah hujan mengalami penurunan drastis,” tutur Rita.
Pemkot juga mendorong agar pemeliharaan Waduk Manggar dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui pengerukan sedimentasi, tetapi juga dengan menjaga kebersihan kawasan dan melakukan pemantauan terhadap kondisi waduk.
Menurut Rita, penguatan kapasitas tampungan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk memperkuat ketahanan air Kota Balikpapan.
“Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan pasokan air apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan,” akunya.
Dengan pengerukan dan pemeliharaan yang terus dilakukan, Pemkot Balikpapan berharap Waduk Manggar tetap mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai sumber air baku.
Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan BWS Kalimantan IV untuk memastikan kondisi waduk dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
