Pertalite Balikpapan Belum Tentu Ditambah, Pemkot Khawatir Antrean SPBU Makin Parah

Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifli
Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifli

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pertalite masih menjadi kebutuhan utama ribuan pengendara setiap hari. Namun usulan penambahan distribusi BBM bersubsidi itu belum bisa diputuskan begitu saja karena Pemkot Balikpapan menilai ada risiko kemacetan dan antrean kendaraan yang justru semakin panjang di sejumlah SPBU.

Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa penambahan distribusi Pertalite harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kesiapan SPBU sebelum diterapkan.

Asisten Tata Pemerintahan Balikpapan Zulkifli mengatakan, kebutuhan BBM masyarakat memang penting, tetapi dampaknya terhadap mobilitas kota juga tidak boleh diabaikan.

“Yang harus dilihat bukan hanya kebutuhan BBM masyarakat, tetapi juga apakah sarana dan prasarana jalan di sekitar SPBU mendukung,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Antrean Pernah Meluas Hingga Badan Jalan

Menurut Zulkifli, sejumlah pengalaman sebelumnya menunjukkan penambahan layanan BBM di lokasi tertentu justru memicu antrean panjang kendaraan.

Dalam beberapa kasus, antrean bahkan meluas hingga memakan badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Kondisi seperti itu dinilai berisiko terutama pada ruas jalan dengan aktivitas kendaraan yang tinggi.

Selain faktor jalan, kesiapan area dalam SPBU menjadi syarat penting jika ada penambahan layanan Pertalite.

SPBU harus memiliki ruang antrean yang cukup agar kendaraan tidak meluber ke jalan umum.

“Kalau kendaraan mengantre sampai ke badan jalan, tentu itu tidak representatif dan perlu menjadi perhatian,” kata Zulkifli.

Persoalan Utama Dinilai Ada pada Distribusi

Pemkot Balikpapan menilai masalah yang lebih sering terjadi bukan pada jam operasional SPBU, melainkan pada distribusi pasokan BBM.

Mayoritas SPBU di Balikpapan saat ini sudah beroperasi sejak pukul 06.00 hingga 22.00 atau 23.00 Wita.

Namun dalam beberapa kondisi, stok BBM habis lebih cepat sehingga pelayanan terpaksa dihentikan sebelum waktu operasional berakhir.

“Kendala yang sering muncul bukan pada jam operasional, melainkan keterlambatan distribusi atau pengisian stok,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot Balikpapan mendorong evaluasi sistem distribusi agar pasokan BBM tiba sesuai jadwal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dengan distribusi yang lebih lancar, antrean kendaraan di SPBU diharapkan dapat berkurang tanpa harus menambah beban lalu lintas atau mengubah jam operasional secara signifikan.

Di tengah pertumbuhan kendaraan dan mobilitas kota yang terus meningkat, keseimbangan antara ketersediaan BBM dan kelancaran lalu lintas menjadi tantangan yang harus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses