PKBM Balikpapan Tak Sekadar Kejar Ijazah, Pemkot Dorong Peserta Bangun Kemandirian Ekonomi

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan Heru Ressandy Setiakusuma
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan Heru Ressandy Setiakusuma (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Kesempatan kedua melalui pendidikan nonformal di Kota Balikpapan didorong tidak berhenti pada perolehan ijazah. Pemerintah Kota Balikpapan ingin peserta yang sempat putus sekolah juga memiliki bekal untuk membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan Heru Ressandy Setiakusuma saat menerima kunjungan pengelola dan peserta PKBM Kejuruan Terbuka Balikpapan.

Menurut Heru, pendidikan nonformal memiliki peran strategis karena membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala melanjutkan sekolah.

Namun, kesempatan tersebut dinilai akan lebih berarti apabila pendidikan yang ditempuh juga menjadi pintu masuk menuju keterampilan dan kemandirian ekonomi.

“Kami memberikan apresiasi yang besar kepada teman-teman yang telah melaksanakan kegiatan mulia ini, membantu teman-teman yang putus sekolah maupun yang belum bersekolah untuk melengkapi pendidikan formal mereka,” kata Heru, Selasa 15 September 2026.

Pendidikan dan Kewirausahaan Harus Berjalan Bersama

Heru menilai pendidikan dan pemberdayaan ekonomi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.

Setelah mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan, peserta PKBM diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, hingga menciptakan peluang ekonomi.

Karena itu, Pemkot Balikpapan membuka ruang agar peserta PKBM mengenal perangkat daerah yang memiliki program pemberdayaan masyarakat, termasuk Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian.

Langkah ini diharapkan menjadi akses awal bagi peserta untuk mendapatkan informasi mengenai pengembangan usaha, pemberdayaan UMKM, hingga peluang menjadi wirausaha.

“Selanjutnya juga menumbuhkan wirausaha di jiwa mereka dan memperkenalkan dengan kami, para OPD Pemerintah Kota, salah satunya dinas kami, dalam rangka meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan UMKM serta wirausaha di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Peserta PKBM Didorong Berani Mulai Usaha

Heru menegaskan, penguatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada pelaku UMKM yang sudah mapan.

Masyarakat yang baru merintis usaha juga membutuhkan ruang, pendampingan, informasi, serta akses agar usaha yang dibangun dapat berkembang.

Dalam konteks itu, keberanian untuk kembali belajar sekaligus memulai usaha menjadi modal penting bagi peserta PKBM.

Pendidikan, kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi jalan untuk mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga membuka kesempatan baru dalam kehidupan ekonomi.

Heru berharap peserta PKBM dapat menuntaskan pendidikan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang pengembangan keterampilan dan kewirausahaan yang tersedia di Kota Balikpapan.

“Semoga sukses terus dalam berkarya dan menuntaskan pendidikannya. Terutama dalam memajukan Kota Balikpapan dalam hal perekonomiannya,” kata Heru.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan Balikpapan untuk memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Bagi masyarakat yang pernah kehilangan kesempatan bersekolah, PKBM dapat menjadi titik balik. Dari ruang belajar, mereka tidak hanya diharapkan memperoleh pendidikan yang sempat tertunda, tetapi juga memiliki keberanian untuk membuka peluang usaha dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Dengan demikian, pendidikan nonformal tidak berhenti sebagai jalan mendapatkan ijazah, melainkan menjadi jembatan menuju keterampilan, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.

Penulis : Samsul

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses