Investasi Kaltim Tembus Rp87,7 Triliun, Tapi 8 Daerah Belum Tuntaskan RTRW

High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Ballroom Maratua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Rabu (16/9/2026).
High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Ballroom Maratua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Rabu (16/9/2026). (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyoroti belum tuntasnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sebagian besar daerah sebagai persoalan yang perlu segera diselesaikan untuk memberikan kepastian kepada investor.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, hingga kini baru dua kabupaten/kota yang telah menyelesaikan RTRW. Sementara delapan daerah lainnya masih belum menuntaskannya.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Ballroom Maratua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Rabu (16/9/2026).

“Kami berharap ada kepastian segera kapan akan diselesaikan,” kata Seno Aji, dikutip dari laman Pemprov.

Delapan Daerah Masih Belum Tuntaskan RTRW

Menurut Seno, penyelesaian RTRW dan RDTR penting karena berkaitan langsung dengan kepastian investasi. Investor membutuhkan kejelasan mengenai peruntukan lahan sebelum menanamkan modal.

Ia bahkan menilai idealnya kepala daerah hadir dalam HLM tersebut sehingga dapat memberikan informasi sekaligus kepastian mengenai progres penyelesaian RTRW dan RDTR di wilayah masing-masing.

“Kalau RTRW dan RDTR sudah selesai, tentu memberi kepastian bagi investor untuk berinvestasi. Dan ini tentu keuntungan besar bagi kita,” ujarnya.

Seno juga meminta adanya penyelarasan jalur agar proyek investasi yang ditawarkan pemerintah daerah berjalan sesuai perencanaan dan target.

IPRO Jangan Sekadar Dokumen Investasi

Selain persoalan tata ruang, Pemprov Kaltim mendorong agar Investment Project Ready to Offer (IPRO) benar-benar siap ditawarkan kepada investor.

IPRO harus memuat informasi proyek secara lengkap dari hulu hingga hilir. Mulai kebijakan pemerintah daerah, kesiapan lahan, hingga dukungan logistik.

Seno menekankan pentingnya status lahan yang clean and clear agar investor memperoleh kepastian sejak awal.

“Lahan yang clean and clear menjadi jaminan kepastian bagi investor,” katanya.

Ia juga mendorong agar IPRO ditampilkan secara visual dan tersedia dalam berbagai bahasa sehingga informasi proyek investasi Kaltim lebih mudah dipahami calon investor.

Investasi Kaltim Tembus Rp87,7 Triliun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan mengatakan perekonomian Kaltim hingga triwulan II 2026 masih tumbuh positif sebesar 3,35 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut perlu diperkuat melalui investasi produktif yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, produktivitas, dan potensi pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada 2025, realisasi investasi Kaltim tercatat mencapai Rp87,787 triliun, melampaui target Rp79,860 triliun.

Lima daerah dengan realisasi investasi terbesar yakni Balikpapan Rp27,254 triliun, Kutai Timur Rp20,007 triliun, Kutai Kartanegara Rp12,816 triliun, Berau Rp8,76 triliun, dan Kutai Barat Rp6,604 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas investasi di Kaltim. Namun, pemerintah daerah masih dituntut memastikan proyek yang ditawarkan memiliki kepastian tata ruang, lahan, hingga dukungan infrastruktur.

HLM RIRU Kaltim 2026 juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen implementasi Road Map Investasi RIRU Kaltim oleh kabupaten/kota se-Kaltim.

Selain itu, tiga proyek terbaik Profiling Kalimantan Timur (PIKAT) 2026 diserahkan kepada Penajam Paser Utara, Balikpapan, dan Berau.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, sejumlah pimpinan perangkat daerah, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, Sekda Kutai Barat Erick Victory, kepala DPMPTSP se-Kaltim, serta Kadin.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses