Polda Kaltim dan Pemkot Balikpapan Kolaborasi Bedah 80 Rumah Tidak Layak Huni
Bedah 80 Rumah
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan meluncurkan Program Bedah 80 Rumah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Program ini tidak hanya memperbaiki rumah tidak layak huni, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Peluncuran program berlangsung di Balikpapan, Senin (29/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengapresiasi inisiatif Polda Kalimantan Timur yang mengalokasikan bantuan bedah rumah di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dan kepolisian dapat berjalan bersama dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepedulian yang diberikan dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Bagus.
Sebanyak 80 unit rumah menjadi sasaran program bedah rumah yang digagas Polda Kalimantan Timur, dengan sebagian penerima manfaat berada di Kota Balikpapan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus menjalankan program rehabilitasi rumah tidak layak huni melalui APBD dengan rata-rata sekitar 150 unit rumah diperbaiki setiap tahun.
Gotong Royong Percepat Kesejahteraan
Bagus menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari aparat negara, dunia usaha, hingga komunitas sosial agar manfaat pembangunan semakin luas dirasakan masyarakat.
“Semakin banyak pihak yang ikut bergotong royong, semakin besar pula dampak positif yang diterima masyarakat. Kami berharap langkah Polda Kalimantan Timur ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” katanya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi modal penting untuk mempercepat penanganan persoalan sosial, termasuk penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Tak Hanya Bedah Rumah
Selain program bedah rumah, Pemkot Balikpapan juga mengapresiasi berbagai kegiatan bakti sosial yang digelar Polda Kalimantan Timur dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Berbagai kegiatan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, bantuan untuk rumah ibadah, pondok pesantren, hingga aksi sosial lain yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi Bagus, peringatan Hari Bhayangkara seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.
“Yang terpenting bukan hanya acaranya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat bersatu, maka upaya mewujudkan kesejahteraan akan lebih cepat tercapai,” tuturnya.
Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang menjadi budaya gotong royong dalam membangun kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan. Program bedah rumah juga diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak gerakan sosial yang mampu menghadirkan hunian layak sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
